Perbankan Syariah Sulsel Tumbuh 30,80 Persen, Aset Capai Rp23,89 Triliun

  • 11 Agt 2026 18:43 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Perbankan syariah di Sulawesi Selatan menunjukkan pertumbuhan signifikan hingga posisi Juni 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencatat pertumbuhan aset, penghimpunan dana, dan pembiayaan syariah berada di atas pertumbuhan perbankan konvensional.

Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah di Sulawesi Selatan. "Perbankan syariah terus menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi aset, penghimpunan dana maupun pembiayaan yang tumbuh cukup tinggi," ujar Moch Muchlasin, Selasa, 11 Agustus 2026.

Berdasarkan data OJK, total aset perbankan syariah pada Juni 2026 mencapai Rp23,89 triliun, tumbuh 30,80 persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan aset tersebut diikuti peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK). Penghimpunan DPK perbankan syariah tumbuh 30,62 persen (yoy) menjadi Rp16,18 triliun.

Sementara itu, penyaluran pembiayaan perbankan syariah juga tumbuh 24,28 persen (yoy) menjadi Rp19,35 triliun. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran pembiayaan syariah dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha.

Dari sisi intermediasi, tingkat intermediasi perbankan syariah tercatat sebesar 119,64 persen. Rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) berada pada level 2,27 persen.

Moch Muchlasin menilai peningkatan kinerja tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan industri keuangan syariah di Sulawesi Selatan. "Pertumbuhan ini mencerminkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah serta meningkatnya kontribusi industri perbankan syariah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," jelasnya.

Seiring dengan pertumbuhan tersebut, pangsa pasar aset perbankan syariah di Sulawesi Selatan meningkat menjadi 10,87 persen. Kondisi ini menunjukkan posisi industri perbankan syariah semakin kuat dalam struktur sektor jasa keuangan daerah.

Pihaknya terus mendorong pengembangan industri keuangan syariah agar mampu memperluas akses layanan dan pembiayaan bagi masyarakat serta pelaku usaha, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....