OJK Sulselbar Dorong Pelajar Bangun Kebiasaan Menabung sejak Dini

  • 28 Agt 2026 19:03 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mendorong pelajar membangun kebiasaan menabung sejak usia dini sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Dorongan tersebut disampaikan dalam Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 (SRT 3) Sulawesi Selatan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Kamis, 27 Agustus 2026.

Kegiatan yang digelar bersama industri jasa keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut diikuti 570 siswa dari tiga Sekolah Rakyat di Kota Makassar, yakni SRT 3 Sulsel, SRMP 23 Makassar dan SRMP 26 Makassar.

Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan kebiasaan menabung tidak harus dimulai dengan jumlah uang yang besar. Menurutnya, pelajar dapat memulainya dengan menyisihkan sebagian uang saku secara rutin. “Menabung tidak harus menunggu memiliki uang dalam jumlah besar. Kebiasaan ini dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti menyisihkan sebagian uang saku atau uang jajan secara rutin. Yang terpenting bukan seberapa besar uang yang ditabung, tetapi kebiasaan dan kedisiplinan untuk menyisihkan sebagian uang secara konsisten,” ujar Muchlasin.

Ia menilai budaya menabung penting ditanamkan sejak usia dini karena kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu bekal generasi muda dalam merencanakan masa depan dan mewujudkan cita-cita. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, indeks literasi keuangan kelompok usia 15–17 tahun tercatat sebesar 56,04 persen. Sementara indeks inklusi keuangan pelajar dan mahasiswa mencapai 89,13 persen.

Data tersebut menunjukkan akses pelajar terhadap produk dan layanan keuangan sudah cukup tinggi, namun pemahaman terhadap produk keuangan masih perlu terus diperkuat. Pelajar juga perlu memahami cara membedakan kebutuhan dan keinginan serta menentukan prioritas penggunaan uang.

“Pelajar perlu dibekali kemampuan untuk mengelola uang secara bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas, serta membangun kebiasaan menyisihkan sebagian uang untuk ditabung,” kata Muchlasin.

Dalam kegiatan tersebut, Bank Sulselbar turut membuka Rekening Simpanan Pelajar (SimPel) iB bagi seluruh pelajar Sekolah Rakyat yang hadir. Sementara LPS memberikan edukasi mengenai keamanan dan penjaminan simpanan di bank. Ia berharap momentum HIM dan BLK 2026 dapat menjadi langkah awal bagi pelajar untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat, sehingga tumbuh menjadi generasi yang mandiri, cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....