Gerakan Perlinsos Libatkan RT/RW, Data Bansos Bakal Makin Akurat
- 05 Okt 2026 11:22 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - RT dan RW se-Kota Makassar dilibatkan dalam peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial atau Perlinsos yang digelar di GOR Sudiang, Makassar, Minggu, 4 Oktober 2026. Pelibatan masyarakat di tingkat lingkungan ini diarahkan untuk membantu memastikan data penerima perlindungan sosial lebih akurat dan tepat sasaran.
Kegiatan Perlinsos tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan gerakan ini menjadi bagian dari tindak lanjut program strategis Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketepatan data sebagai dasar penting dalam penyaluran bantuan sosial.
“Semuanya dimulai dari data dulu,” kata Saifullah Yusuf atau Gus Ipul usai peluncuran. Menurutnya, pembenahan data menjadi semakin penting seiring pemerintah mulai menerapkan digitalisasi bansos melalui program perlindungan sosial.
Gus Ipul menjelaskan digitalisasi bansos dilakukan dengan menghubungkan berbagai data yang dimiliki pemerintah melalui pemanfaatan teknologi. “Digitalisasi bansos ini adalah menghadirkan teknologi yang menghubungkan seluruh data-data yang dimiliki oleh pemerintah,” ujarnya.
Melalui sistem tersebut, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengusulkan diri maupun orang lain agar dapat memperoleh perlindungan sosial sesuai ketentuan yang berlaku. Gus Ipul mengatakan sistem nantinya akan menentukan kelayakan seseorang berdasarkan data yang telah terhubung dengan berbagai basis data pemerintah.
“Datanya dimasukkan, nanti sistem yang menjawab apakah seseorang itu berhak menerima Bansos atau tidak, karena datanya sudah terhubung dengan semua data-data milik pemerintah,” ungkap Gus Ipul. Mekanisme tersebut diharapkan dapat memperkecil kemungkinan warga yang sebenarnya membutuhkan justru terlewat dari pendataan.
Dalam gerakan Perlinsos, masyarakat juga dapat mengambil peran sebagai agen yang membantu warga di lingkungan terdekatnya. Mensos mengatakan relawan tersebut dapat membantu pengajuan sanggahan terhadap data desil maupun melakukan proses yang berkaitan dengan perlindungan sosial.
“Caranya mudah, masukkan data-data teman-teman sekalian, tentu dengan IKD, lalu daftar menjadi agen Perlinsos,” ujar Gus Ipul. Ia menambahkan, siapa pun dapat menjadi agen dengan tugas utama membantu masyarakat di sekitarnya, terutama keluarga dan tetangga yang membutuhkan pendampingan.
Peran agen Perlinsos juga menjadi penting karena tidak seluruh masyarakat telah terbiasa menggunakan layanan digital. “Masalahnya, kita tahu bahwa di tengah-tengah masyarakat belum semua terbiasa dengan layanan digital,” jelas Gus Ipul.
Ia menyebut masih ada warga yang belum memiliki akses karena tidak mempunyai smartphone, sementara sebagian lainnya memiliki perangkat tetapi belum memahami cara penggunaannya. “Ada yang memiliki smartphone, tahu caranya, tapi kurang percaya diri,” katanya.
Digitalisasi bansos saat ini telah diuji coba di Kabupaten Banyuwangi dan selanjutnya akan dikembangkan ke 42 kabupaten/kota, termasuk Kota Makassar. Gus Ipul menyebut penerapan Perlinsos berbasis digital tersebut ditargetkan berlangsung secara nasional mulai 2027.
Kehadiran RT dan RW dalam gerakan tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pendataan dari tingkat lingkungan karena mereka berada dekat dengan kondisi warga sehari-hari. Dengan dukungan agen Perlinsos, masyarakat juga memiliki ruang untuk melakukan sanggahan dan koreksi apabila menemukan data yang tidak sesuai, sehingga perlindungan sosial diharapkan semakin tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....