Munafri Dampingi Mensos Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

  • 05 Okt 2026 09:54 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Makassar, Minggu, 4 Oktober 2026. Program strategis Kementerian Sosial RI tersebut diluncurkan untuk memperluas jangkauan pendataan sekaligus akses pelayanan sosial bagi masyarakat kurang mampu. Program ini mengandalkan penguatan peran masyarakat, khususnya pengurus RT dan RW sebagai Agen Perlinsos.

Dalam peluncuran tersebut, Mensos Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul bersama Munafri memimpin deklarasi komitmen seluruh Ketua RT dan RW se-Kota Makassar sebagai Agen Perlinsos. Gus Ipul mengatakan, Gerakan Peduli Tetangga merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI untuk membenahi dan mengonsolidasikan data penerima manfaat bantuan sosial.

Menurutnya, program tersebut telah diuji coba di Kabupaten Banyuwangi sebelum dikembangkan di 42 kabupaten/kota, termasuk Kota Makassar. Selanjutnya, program akan diterapkan secara nasional.

“Semuanya ini dilakukan secara bertahap. Kita telah uji coba di Kabupaten Banyuwangi, lalu dikembangkan di 42 kabupaten/kota termasuk Makassar, dan nantinya akan diberlakukan seluruh Indonesia,” kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan, Gerakan Peduli Tetangga juga mendorong digitalisasi bantuan sosial dengan mengintegrasikan sejumlah basis data nasional. Di antaranya data Dukcapil, P3KE, DTKS, data Kementerian Kesehatan, hingga data kepemilikan aset dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat melakukan registrasi ulang penerima bansos maupun mengusulkan diri sendiri atau warga lain yang membutuhkan perlindungan sosial.

“Sehingga dengan begitu, setiap masyarakat bisa melakukan registrasi ulang penerima bansos. Atau yang kedua, mengusulkan diri sendiri atau orang lain untuk bisa mendapatkan perlindungan sosial atau program-program bansos,” ujarnya.

Kemensos menargetkan hingga Desember 2026 sedikitnya 50 persen masyarakat Indonesia telah terdaftar dalam sistem baru tersebut. Penyaluran bantuan sosial berbasis data terintegrasi ditargetkan mulai diterapkan secara penuh pada 2027.

“Kalau semuanya lancar, pada tahun 2027 ini akan dimulai penyaluran bansos berdasarkan data yang terhubung data digitalisasi bansos ini,” ungkapnya.

Gus Ipul juga mengapresiasi kontribusi Makassar yang menjadi salah satu pendorong capaian pendaftaran Agen Perlinsos di Sulawesi Selatan, yang saat ini mencapai sekitar enam persen.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengapresiasi kepercayaan Kemensos menjadikan Makassar sebagai salah satu daerah percontohan atau pilot project program nasional tersebut.

“Makassar dipilih menjadi salah satu pilot project bersamaan dengan beberapa kota yang lainnya untuk menjalankan program Perlinsos yang ada di Indonesia ini,” kata Munafri.

Menurut Munafri, program tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kota Makassar dalam memastikan bantuan sosial diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kita berharap dengan kolaborasi ini bisa memastikan bahwa perlindungan sosial atau bantuan-bantuan yang datang dari pemerintah itu benar-benar bisa sampai tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkannya,” ujarnya.

Munafri menilai keterlibatan RT dan RW sebagai Agen Perlinsos menjadi terobosan dalam memperbaiki kualitas pendataan. RT dan RW dinilai memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat sehingga dapat membantu mengidentifikasi warga yang belum terdata atau mengalami kesulitan mengakses bantuan sosial.

“Hingga saat ini, capaian pembentukan Agen Perlinsos di Makassar telah menyentuh angka 31 persen. Jumlah ini meningkat drastis hingga 12 persen dibandingkan kondisi tiga bulan sebelumnya,” tambahnya.

Pemkot Makassar menargetkan partisipasi Agen Perlinsos mencapai 50 persen pada akhir 2026. Untuk mempercepat capaian tersebut, pemerintah kota juga membuka kesempatan bagi kelompok masyarakat lainnya untuk terlibat sebagai Agen Perlinsos.

Peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulsel Andi Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, serta Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....