Ganas Annar MUI Bersinergi Wujudkan Lingkungan Bersih Narkoba
- 01 Okt 2026 17:17 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong sinergi berbagai elemen masyarakat untuk mewujudkan lingkungan bersih narkoba. Upaya ini dilakukan melalui pendekatan keagamaan, penguatan ketahanan keluarga, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Pengarah Ganas Annar MUI, Dr. Titik Haryati, M.Ap., M.Pf., dalam dialog program SANKSI bertema “Sinergi Organisasi Masyarakat Menciptakan Lingkungan Bersih Narkoba” , menjelaskan pendekatan keagamaan dan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Keterlibatan organisasi kepemudaan dan majelis taklim juga diperlukan untuk memperluas jangkauan edukasi.
“Ganas Annar tidak bisa bekerja sendiri. Perlu sinergi dengan berbagai organisasi masyarakat agar edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba bisa menjangkau masyarakat lebih luas,” kata Titik, Rabu, 30 September 2026.
Terkait penanganan penyalahguna narkoba, Titik menekankan pentingnya rehabilitasi sebagai bagian dari proses pemulihan. Menurutnya, penanganan pengguna tidak cukup hanya berorientasi pada pemenjaraan, tetapi perlu mempertimbangkan upaya memulihkan kondisi mereka agar dapat kembali menjalani kehidupan sosial. Pendekatan ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko keterlibatan lebih jauh dalam lingkungan kriminal. Karena itu, akses terhadap layanan rehabilitasi dan pendampingan perlu mendapat perhatian.
Titik menyebut program Bersinar atau Bersih Narkoba, upaya pencegahan didorong mulai dari lingkungan terkecil, yakni rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW). Aparat lingkungan diharapkan memiliki kepedulian terhadap persoalan narkoba serta mendorong warga yang membutuhkan bantuan untuk mendapatkan konseling dan penanganan yang sesuai.
“Jangan mengucilkan pengguna narkoba, tetapi bantu mereka mendapatkan konseling dan penanganan yang tepat,” ucap Titik.
Titik juga menyoroti pentingnya pola komunikasi dengan generasi Z dan generasi Alfa. Orang tua dan tokoh masyarakat diharapkan mengedepankan dialog serta mendengarkan secara aktif (active listening), bukan sekadar memberikan nasihat atau perintah. Komunikasi yang terbuka dapat membantu anak merasa diterima dan dipahami. Dengan demikian, keluarga dapat membangun hubungan yang lebih kuat sekaligus membantu anak menghadapi berbagai persoalan tanpa mencari pelarian di lingkungan yang berisiko.
Lebih lanjut, Ganas Annar MUI membuka ruang konsultasi bagi masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan persoalan penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan penjelasan dalam dialog, layanan konsultasi tersebut dapat dimanfaatkan tanpa dipungut biaya untuk mencari solusi yang sesuai. Masyarakat diharapkan tidak ragu mencari bantuan sejak dini agar persoalan dapat ditangani melalui pendampingan dan langkah pemulihan yang tepat.
Titik mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya narkoba, terutama dampaknya terhadap kesehatan otak dan masa depan generasi muda. Melalui kolaborasi organisasi masyarakat, penguatan ketahanan keluarga, serta pendekatan yang mengedepankan kemanusiaan, upaya mewujudkan lingkungan bersih narkoba diharapkan semakin kuat. Pesan tersebut sejalan dengan slogan “War on Drugs for Humanity”, yakni perang melawan narkoba demi kemanusiaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....