Gubernur Sulsel dan Kepala BGN Resmikan SPPG untuk Wilayah 3T di Takalar
- 03 Okt 2026 09:21 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Pemerintah terus memperluas layanan pemenuhan gizi melalui aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses dan prevalensi stunting tinggi. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mendampingi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meresmikan SPPG untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi di Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, Jumat 2 Oktober 2026.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari aktivasi 480 SPPG yang tersebar di 16 provinsi dan 116 kabupaten/kota di kawasan Indonesia Timur. Dalam kegiatan itu, Andi Sudirman menyampaikan apresiasi kepada BGN karena Sulawesi Selatan dipercaya menjadi lokasi utama pelaksanaan aktivasi SPPG untuk wilayah tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Kepala BGN karena memilih Sulsel untuk peresmian SPPG wilayah 3T. Kami tentu mengapresiasi Bapak Kepala BGN membuka atau mengaktivasi SPPG terutama di daerah 3T dan memiliki prevalensi stunting yang tinggi,” kata Andi Sudirman.
Dari total 480 SPPG yang diaktifkan, sebanyak 211 merupakan SPPG mitra mandiri, sedangkan 269 lainnya merupakan SPPG terpencil. Sebaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi ke daerah yang membutuhkan, termasuk kawasan dengan tantangan geografis dan akses pelayanan dasar.
Menurut Andi Sudirman, keberadaan SPPG di wilayah 3T penting untuk membantu memastikan anak-anak memperoleh makanan bergizi secara rutin. Ia menilai kebutuhan tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan keterbatasan akses.
“Karena masyarakat di 3T, anak-anaknya tentu berharap ingin diberi makan setiap hari dengan makanan yang bergizi,” ujarnya. Pernyataan itu menyoroti pentingnya memperluas layanan SPPG agar program pemenuhan gizi dapat menjangkau anak-anak di berbagai wilayah, tidak hanya daerah yang mudah diakses.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan siap mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi dalam skala besar. Namun, Andi Sudirman mengingatkan bahwa program dengan cakupan luas membutuhkan pembenahan dan kerja berkelanjutan agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal.
“Kita berharap banyak dilakukan pembenahan. Semua kegiatan-kegiatan kita ketika banyak program dan sifatnya masif tentu harus ada kerja keras di belakang semua itu untuk dilakukan perlahan dan bertahap untuk melakukan pembenahan,” tuturnya. Pesan tersebut menekankan bahwa penambahan jumlah SPPG perlu berjalan beriringan dengan perbaikan pelaksanaan dan kesiapan layanan di lapangan.
Selain mendukung aktivasi SPPG yang telah diresmikan, Pemprov Sulsel berharap jangkauan program dapat diperluas ke daerah yang selama ini menghadapi kendala akses. Wilayah kepulauan dan daerah terpencil menjadi perhatian karena kondisi geografis dapat menjadi tantangan tersendiri dalam menghadirkan pelayanan secara merata.
“Kita tentu sangat mendukung, mensupport terus Bapak Kepala BGN dan berharap tentu dilakukan perluasan dapur SPPG terutama di wilayah pulau-pulau, daerah terpencil dan wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Sulsel,” pungkas Andi Sudirman. Harapan tersebut menunjukkan bahwa perluasan layanan SPPG di Sulawesi Selatan masih perlu diarahkan pada kawasan yang membutuhkan perhatian lebih besar dalam pemenuhan gizi.
Kegiatan peresmian di Takalar turut dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, serta sejumlah tamu undangan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menandai keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan aktivasi SPPG di wilayah Indonesia Timur.
Dengan aktivasi 480 SPPG di 16 provinsi, perluasan layanan pemenuhan gizi kini menjangkau lebih banyak kabupaten dan kota di kawasan timur Indonesia. Ke depan, dukungan pemerintah daerah dan pembenahan secara bertahap diharapkan dapat membantu memperluas layanan SPPG, khususnya bagi anak-anak di wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....