Sulsel Sukses Jadi Tuan Rumah MTQ Korpri Nasional 2026, Sumbar Keluar sebagai Juara
- 30 Agt 2026 06:30 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Pangkep - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Nasional 2026 resmi berakhir. Menteri Agama Republik Indonesia Prof. KH. Nasaruddin Umar menutup rangkaian kegiatan tersebut di Alun-Alun Citra Mas, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu 29 Agustus 2026 malam.
Dalam sambutannya, Nasaruddin menegaskan bahwa MTQ Korpri tidak boleh berhenti sebagai ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an. Lebih dari itu, nilai-nilai Al-Qur’an harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas aparatur negara serta pelayanan kepada masyarakat.
“Musabaqah ini boleh berakhir malam ini, tetapi tugas kita bersama untuk membumikan Al-Qur’an justru harus semakin kuat,” kata Nasaruddin.
Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi pedoman moral bagi setiap aparatur negara dalam menjalankan amanah. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus tercermin dalam setiap keputusan, kebijakan hingga pelayanan publik.
“Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca dengan suara yang indah, tapi harus hadir dalam keputusan yang adil, kebijakan yang membawa maslahat, pelayanan mudah, pengelolaan anggaran yang jujur, penggunaan kewenangan yang bertanggung jawab, dan keberpihakan kepada masyarakat yang lemah,” tegasnya.
Nasaruddin mengingatkan, berbagai fasilitas dan kewenangan yang melekat pada aparatur negara pada hakikatnya merupakan titipan yang harus dipertanggungjawabkan.
“Jabatan adalah amanah. Anggaran adalah amanah. Data-informasi adalah amanah. Kewenangan adalah amanah. Bahkan waktu kerja yang diberikan negara kepada kita juga merupakan amanah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Menag Nasaruddin juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ VIII Korpri Nasional 2026.
Ia menilai pelaksanaan MTQ yang berlangsung di Sulawesi Selatan telah berjalan dengan baik dan diharapkan dapat menjadi pengalaman bagi penyelenggaraan MTQ Korpri tingkat nasional berikutnya.
“Selamat Sulsel yang telah menggelar MTQ ini dan berjalan dengan baik. Mudah-mudahan MTQ nanti di Maluku Utara lebih baik lagi,” katanya.
Nasaruddin juga menyampaikan penghargaan kepada Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional Prof. Zudan Arif Fakrulloh atas pengabdiannya selama 12 tahun dalam mengurus organisasi Korpri.
“Terima kasih Prof Zudan, sudah mengabdikan dirinya mengurus Korpri 12 tahun lamanya. Seandainya AD/ART memungkinkan, Prof Zudan masih layak dipertahankan,” ujarnya.
Penutupan MTQ VIII Korpri Nasional 2026 juga ditandai dengan penyerahan bendera pataka Korpri dari Prof. Zudan Arif Fakrulloh kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos.
Penyerahan tersebut menjadi simbol estafet penyelenggaraan MTQ Korpri tingkat nasional berikutnya yang akan berlangsung di Maluku Utara.
Kegiatan penutupan turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Hj. Fatmawati Rusdi, Penasihat DWP Kemenag RI Hj. Helmi Halimatul Uthmah Nasaruddin, Bupati Pangkep, Wali Kota Makassar, Bupati Gowa serta sejumlah pimpinan instansi vertikal.
Kabag TU Kanwil Kemenag Sulsel H. Aminuddin hadir mewakili Kakanwil Kemenag Sulsel bersama Ketua DWP Kemenag Sulsel Hj. Saidah Ali Yafid.
Berdasarkan klasemen akhir, Sumatera Barat berhasil menempati posisi teratas dan menjadi juara umum MTQ VIII Korpri Nasional 2026. Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah harus puas berada di posisi kedua. Sementara posisi ketiga ditempati DKI Jakarta.
Berikut 10 besar klasemen akhir MTQ VIII Korpri Nasional 2026:
Sumatera Barat
Sulawesi Selatan
DKI Jakarta
Jawa Timur
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Jawa Tengah
Riau
Kalimantan Selatan
Sulawesi Tenggara
Sementara itu, Kafilah Kementerian Agama RI berada di peringkat ke-15 klasemen akhir. Meski belum masuk jajaran 10 besar, kiprah kafilah Kemenag RI tetap mencatatkan capaian penting dengan berhasil mengantarkan 10 wakilnya ke babak final pada sejumlah cabang yang diperlombakan.
MTQ VIII Korpri Nasional 2026 pun resmi ditutup, namun pesan utama yang disampaikan Menteri Agama menjadi penegasan bahwa semangat Al-Qur’an di kalangan aparatur negara tidak boleh berhenti ketika perlombaan berakhir.
Nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab dan keberpihakan kepada masyarakat diharapkan terus menjadi bagian dari budaya kerja birokrasi dalam menjalankan amanah negara.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....