UMKM Sulsel Kantongi Potensi Transaksi Ekspor Rp380,75 Juta di KKI 2026
- 23 Agt 2026 12:03 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Sulawesi Selatan kembali mencatatkan capaian positif di pasar internasional melalui ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. KKI 2026 berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 dengan mengusung tema Beudaya Meusare Sare yang berarti “Berdaya Bersama-sama”.
Dalam ajang tersebut, tujuh UMKM binaan Bank Indonesia Sulawesi Selatan (BI Sulsel) berhasil mengamankan kesepakatan Letter of Intent (LoI) melalui business matching ekspor. Total potensi transaksi dari kesepakatan tersebut mencapai lebih dari Rp380,75 juta.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernandi Wimanda, mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen BI Sulsel dalam memperluas jangkauan pasar produk lokal. Mulai dari penguatan kapasitas usaha hingga akses pasar internasional.
“Partisipasi UMKM Sulawesi Selatan di KKI 2026 menjadi momentum krusial untuk memperkuat akselerasi ekspor dan daya saing produk lokal di pasar global,” ujar Rizki.
Menurutnya, melalui program UMKM Rewako, BI Sulsel tidak hanya mendorong peningkatan kapasitas produksi dan penguatan rekam jejak keuangan, tetapi juga membuka akses pasar internasional secara berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
Dalam sesi business matching ekspor yang berlangsung pada 20–22 Agustus 2026, komoditas kopi unggulan Sulawesi Selatan menjadi salah satu produk yang paling diminati buyer mancanegara.
Kopi Luwak Malino asal Gowa mencatat kesepakatan penjualan kopi Arabika Malino dengan PT Cahaya Abadi Terbit dari Kanada senilai Rp245 JUTA. Selanjutnya, CV Panrita Jaya Group asal Makassar mengamankan kesepakatan kopi Arabika Toraja dan Arabika Enrekang dengan PT Sumber Kurnia Alam dari Singapura senilai Rp92,25 juta.
Kopi Luwak Malino juga kembali mendapatkan kesepakatan dengan PT Sumber Kurnia Alam dari Singapura untuk produk kopi Arabika Malino dengan nilai Rp32 juta. Selain kesepakatan LoI, sejumlah produk unggulan UMKM Sulsel masih menjalani tahapan market test dan pengiriman sampel ke negara tujuan.
Salah satunya My Coffeeza Indonesia asal Enrekang yang mengirimkan sampel kopi Arabika kepada Indonesia Specialty Coffee (ISC) dan Indonesia Trading House Guangzhou (ITHG) di Tiongkok. BI Sulsel berharap fasilitasi business matching ekspor melalui KKI 2026 dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM Sulsel untuk memperluas jaringan pasar global dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....