Stok BBM Sulsel Dipastikan Aman, Warga Diminta Tenang
- 09 Sep 2026 20:39 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok dan pasokan BBM di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Distribusi BBM ke sejumlah SPBU terus dipantau dan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah. Langkah ini dilakukan menyusul adanya peningkatan permintaan di sejumlah titik.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan Pertamina telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kelancaran pasokan, mulai dari pemantauan stok hingga optimalisasi distribusi dan pelayanan di SPBU.
“Stok BBM kami pastikan aman dan distribusi terus berjalan. Kami juga melakukan penguatan pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir maupun melakukan panic buying,” ujar Deny, Rabu, 9 September 2026.
Berdasarkan data penyaluran, konsumsi harian Solar JBT pada Agustus 2026 tercatat meningkat 14,6 persen dibandingkan Mei 2026. Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas logistik, transportasi, dan kegiatan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Mengantisipasi kondisi itu, Pertamina meningkatkan penyaluran Solar JBT sebesar 14,6 persen dan Pertalite sebesar 7,6 persen di Sulawesi Selatan. Penyesuaian dilakukan berdasarkan perkembangan konsumsi, kondisi stok, serta kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Permintaan memang mengalami peningkatan, terutama pada beberapa jenis BBM dan wilayah tertentu. Namun dari sisi ketersediaan, kami memastikan pasokan tetap berjalan dan mencukupi. Pertamina telah melakukan berbagai penyesuaian agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani,” jelas Deny.
Pertamina juga memperkuat distribusi dengan menyesuaikan jam operasional depot dan memajukan aktivitas suplai dari titik distribusi. Armada mobil tangki dioptimalkan melalui skema spot charter untuk mempercepat pengiriman ke SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan.
Pada SPBU dengan tingkat kebutuhan tinggi, tambahan suplai dapat diberikan hingga 15 persen dari kondisi normal. Stok, tingkat konsumsi, hingga antrean dipantau secara berkala mulai dari titik suplai sampai SPBU untuk menentukan volume dan waktu pengiriman.
Selain BBM, Pertamina juga memperkuat pasokan LPG 3 Kg melalui extra dropping hingga 130 persen dari rata-rata penyaluran harian di Sulawesi Selatan. Sejumlah SPBU juga akan dioperasikan selama 24 jam, terutama di lokasi yang mengalami peningkatan permintaan dan antrean.
“SPBU yang ditetapkan akan beroperasi 24 jam untuk melayani masyarakat. Kami terus menjaga distribusi agar pasokan BBM tetap tersedia dan pelayanan dapat berjalan dengan baik,” kata Deny.
Di sisi pengawasan, Pertamina memperketat monitoring terhadap penyaluran BBM bersubsidi, termasuk stok, antrean, dan pola transaksi di SPBU. Sebanyak 6.023 QR Code Subsidi Tepat sebelumnya telah diblokir karena terindikasi melakukan pengisian berulang atau transaksi tidak wajar.
Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memastikan BBM bersubsidi tersalurkan secara tepat sasaran. Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak menyimpan dalam jumlah berlebihan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Stok BBM aman, distribusi terus kami jaga, dan SPBU akan terus melayani kebutuhan masyarakat. Belilah BBM secukupnya sesuai kebutuhan,” tegas Deny.
Pertamina mengajak masyarakat mengikuti informasi melalui kanal resmi dan mematuhi arahan petugas SPBU. Jika menemukan kendala pelayanan atau membutuhkan informasi terkait BBM maupun LPG, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135.
“Fokus kami adalah memastikan stok tetap aman, distribusi berjalan lancar, pengawasan terus diperkuat, dan masyarakat dapat terlayani dengan baik,” tutup Deny.(**)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....