HUT ke-81 RRI, Bupati Maros Soroti Peran Penting Radio di Era Media Sosial
- 02 Sep 2026 13:31 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Radio Republik Indonesia (RRI) genap berusia 81 tahun. Di tengah perubahan teknologi dan derasnya arus informasi melalui media sosial, keberadaan RRI dinilai tetap memiliki peran penting sebagai lembaga penyiaran publik yang menghadirkan informasi aktual, edukatif dan positif bagi masyarakat.
Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang RRI yang dinilai konsisten hadir memberikan informasi kepada masyarakat. Menurut Chaidir Syam,. selama ini RRI tidak hanya menyampaikan informasi nasional, tetapi juga mengambil bagian dalam menginformasikan berbagai perkembangan daerah, termasuk program pembangunan dan capaian pemerintah daerah.
“RRI selama ini telah banyak memberikan informasi kepada masyarakat, termasuk menyampaikan berbagai perkembangan dan keberhasilan pembangunan di daerah,” ujar Chaidir Syam saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 1 September 2026.
Ia menilai salah satu kekuatan RRI terletak pada jangkauan siarannya yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk warga yang berada di wilayah pelosok. Kemampuan tersebut membuat RRI tetap memiliki posisi strategis dalam penyebaran informasi publik.
"Informasi yang disampaikan melalui radio dapat diterima masyarakat tanpa harus bergantung pada akses internet maupun platform media sosial. Selain jangkauan yang luas, kualitas penerimaan siaran RRI juga dinilai cukup baik sehingga informasi dapat diterima masyarakat secara luas" urainya
Tetap Relevan di Tengah Ledakan Media Sosial
Memasuki usia 81 tahun, tantangan RRI tentu semakin besar. Perubahan pola konsumsi informasi membuat masyarakat kini dapat memperoleh berita dalam hitungan detik melalui media sosial.
Namun, derasnya arus informasi tersebut juga membawa tantangan berupa penyebaran informasi yang belum terverifikasi, hoaks hingga konten yang dapat menyesatkan masyarakat. Dalam kondisi tersebut, Chaidir Syam berharap RRI mampu mempertahankan posisinya sebagai sumber informasi publik yang terpercaya.
Ia mendorong RRI terus menghadirkan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, edukatif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Harapan kami RRI terus mempertahankan eksistensinya sebagai lembaga penyiaran publik dan menjadi sumber informasi yang terpercaya di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial,” kata Chaidir Syam.
RRI dan Informasi Pembangunan Daerah
Chaidir Syam juga menilai media publik memiliki peran penting dalam menjembatani pemerintah dengan masyarakat. Informasi mengenai program pembangunan, pelayanan publik, kebijakan pemerintah hingga berbagai capaian daerah perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui perkembangan daerahnya.
"Dalam konteks tersebut, RRI dinilai memiliki posisi strategis karena mampu menjangkau masyarakat dengan karakteristik dan latar belakang yang beragam" imbuhnya.
Keberadaan RRI juga diharapkan tidak hanya menjadi saluran penyampaian informasi, tetapi turut memperkuat literasi masyarakat melalui konten yang memberikan edukasi dan pemahaman. Memasuki usia ke-81, RRI diharapkan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai lembaga penyiaran publik.
Transformasi ke berbagai platform digital juga menjadi bagian penting agar RRI tetap dekat dengan generasi muda sekaligus mempertahankan pendengar setianya. Dengan pengalaman panjang selama 81 tahun, RRI diharapkan terus menjadi ruang publik yang menghadirkan informasi yang mencerdaskan, memperkuat persatuan, serta ikut mengawal pembangunan di tingkat nasional maupun daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....