Kebakaran di Maros Meningkat, Empat Kecamatan Perlu Diwaspadai

  • 23 Jul 2026 08:57 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros mencatat lonjakan laporan kebakaran dalam tiga pekan terakhir. Empat kecamatan rawan mendapat perhatian khusus tim pemadam kebakaran setempat.

Kondisi ini berbeda jauh dibanding dua bulan sebelumnya yang nyaris tanpa insiden kebakaran. Musim kemarau panjang disebut menjadi salah satu pemicu utama peningkatan kasus.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros, M. Jalaluddin Roem N., mengatakan pihaknya telah menerima lima laporan kebakaran lahan maupun bangunan sepanjang bulan berjalan.

"Untuk Kabupaten Maros sendiri saat ini memang peningkatan terkait dengan kebakaran baik kebakaran lahan maupun rumah atau gedung itu sudah menjadi laporan hampir tiga pekan ini," kata M. Jalaluddin Roem N. saat menjadi narasumber dalam program Dialog Kentongan RRI Pro 1 Makassar, Selasa 21 Juli 2026.

Empat kecamatan disebut paling rawan mengalami kebakaran akibat kondisi lahan terbuka dan permukiman padat, yaitu Bontoa, Marosbaru, Marusu, dan Mandai. "Di Kabupaten Maros memang ada wilayah-wilayah yang sangat rentan di musim kemarau, baik itu kebakaran lahan maupun kebakaran rumah, yaitu di Kecamatan Bontoa, Marosbaru, Marusu, dan Mandai," ujar Jalaluddin.

Sebagai antisipasi, tim pemadam kebakaran membentuk enam sektor pos bantu di luar markas komando pusat, tersebar di Camba, Bantimurung, Bontoa, Tanralili, dan Marusu. Setiap sektor dilengkapi sembilan hingga dua belas personel yang berjaga dua puluh empat jam penuh.

"Sektor-sektor ini dengan kapasitas mobil dan peralatan yang sudah ada, kami berharap mampu dijangkau dalam waktu tanggap darurat," kata Jalaluddin. Petugas ditargetkan merespons laporan kebakaran dalam waktu lima belas menit.

Dinas Pemadam Kebakaran Maros juga menjalin sinergi dengan TNI, Polri, Basarnas, Manggala Agni, hingga Angkasa Pura dalam simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. Jalaluddin mengimbau warga tidak membakar sampah maupun lahan pekarangan selama musim kemarau berlangsung, serta memeriksa instalasi listrik rumah guna mencegah korsleting.

Musim kemarau di Sulawesi Selatan diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan mendatang. Kesiapsiagaan masyarakat dinilai menjadi kunci utama mencegah kebakaran meluas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....