Menatap Indonesia Emas 2045, Maros Perluas Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting
- 06 Agt 2026 20:10 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, dan dihadiri perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran OPD, camat, kepala puskesmas, penyuluh KB, pemerintah desa dan kelurahan, perusahaan, yayasan, serta berbagai mitra pembangunan.
Dalam sambutannya, Bupati Maros menegaskan bahwa keberhasilan menurunkan prevalensi stunting hingga 12,5 persen, berdasarkan hasil pengukuran tahun 2025 yang dirilis pada 2026, bukanlah hasil kerja satu institusi, melainkan buah dari sinergi seluruh pemangku kepentingan.
"Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Strategi yang telah berhasil akan kembali kita terapkan dengan memperkuat Gerakan Orang Tua Asuh agar semakin banyak pihak terlibat mendampingi anak-anak dan keluarga yang berisiko stunting," ujarnya Kamis 6 Agustus 2026.
Menurut Syafril, tantangan penanganan stunting ke depan tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memastikan setiap anak mendapatkan pendampingan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Karena itu, intervensi harus dilakukan secara terarah melalui data yang akurat, pendampingan keluarga secara rutin, serta komitmen lintas sektor yang berkelanjutan.
Ia mengajak seluruh camat, kepala desa, lurah, kepala puskesmas, perusahaan, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat luas untuk mengambil peran sebagai orang tua asuh bagi keluarga yang membutuhkan.
"Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar peluang kita melahirkan generasi Maros yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai fondasi Indonesia Emas 2045," tegasnya.
Di sela kegiatan, Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang menyebut ikan bandeng berbahaya dikonsumsi. Ia memastikan hasil penelitian menunjukkan bandeng asal Maros aman, sehat, dan layak dikonsumsi sehingga tetap menjadi salah satu sumber protein terbaik dalam upaya pencegahan stunting.
Sementara itu, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Sitti Sulfiani, mengapresiasi langkah inovatif Pemerintah Kabupaten Maros yang berhasil menghimpun berbagai mitra strategis melalui program GENTING.
Menurutnya, gerakan tersebut mencerminkan semangat gotong royong dalam mendampingi keluarga sasaran sehingga intervensi penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
"Maros menunjukkan komitmen yang sangat baik. Saat ini Maros berada pada peringkat keempat dengan angka stunting terendah di Sulawesi Selatan. Harapan kami, kolaborasi ini terus diperkuat sehingga angka stunting semakin cepat menurun," katanya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Maros, Muh. Haris, menyampaikan bahwa percepatan penurunan stunting tidak mungkin dilakukan pemerintah sendiri.
Ia mengapresiasi dukungan seluruh mitra, mulai dari BKKBN, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, kepala puskesmas, penyuluh KB, dunia usaha, yayasan, hingga berbagai organisasi yang selama ini aktif mendukung program pemerintah.
Menurut Haris, hasil sosialisasi akan segera ditindaklanjuti oleh sekitar 906 Tim Pendamping Keluarga (TPK) bersama para penyuluh KB yang tersebar di 14 kecamatan. Mereka akan melakukan edukasi, pendampingan, serta memastikan keluarga berisiko stunting memperoleh intervensi yang tepat sasaran.
Meski tren stunting di Maros terus menunjukkan penurunan, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang angka kasusnya masih relatif tinggi, seperti Kecamatan Mandai dan Bantimurung. Pendampingan akan diperkuat agar target penurunan stunting tahun 2026 dapat tercapai.
Menutup kegiatan sosialisasi, Bupati Maros kembali menegaskan bahwa Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting bukan sekadar program pemerintah, tetapi gerakan sosial yang membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.
Dengan memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian terhadap keluarga berisiko stunting, Pemerintah Kabupaten Maros optimistis mampu melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, produktif, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Jika ditujukan untuk media online, berita ini sudah menggunakan pola straight news dengan penguatan konteks, kutipan, dan penutup yang lebih mendalam sehingga lebih menarik dibaca.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....