Kemenag Sulsel Dukung Kolaborasi Lintas Elemen Wujudkan Sulsel Bebas Narkoba

  • 22 Agt 2026 11:30 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Upaya mewujudkan Sulawesi Selatan bebas narkoba dinilai membutuhkan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, aparat, tokoh agama hingga masyarakat. Gagasan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) MUI Sulsel bertema “Kolaborasi Lintas Elemen Mewujudkan Sulsel Bebas Narkoba” di Ruby Room Lantai 2 Swiss-Belinn Hotel Makassar, Jumat 21 Agustus 2026.

Kemenag Sulsel turut hadir dalam forum yang mempertemukan berbagai unsur tersebut melalui Ketua Tim Kemasjidan dan Bina Syariah Kanwil Kemenag Sulsel. Kehadiran ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran lembaga keagamaan dalam mendorong pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.

“Persoalan narkoba tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk pemerintah, aparat penegak hukum, ulama, lembaga pendidikan, keluarga dan masyarakat,” ujar perwakilan Kemenag Sulsel dalam forum tersebut.

Seminar dibuka secara resmi oleh Ketua Ganas Annar MUI Pusat dan diawali dengan sejumlah rangkaian kegiatan, mulai pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Lagu Indonesia Raya, doa hingga sambutan Ketua Ganas Annar MUI Sulsel. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa isu narkoba telah menjadi perhatian bersama yang membutuhkan langkah pencegahan secara berkelanjutan.

“Gerakan anti narkoba harus dibangun dari kesadaran bersama. Pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga harus dilakukan melalui edukasi dan penguatan ketahanan masyarakat,” katanya.

Sejumlah persoalan strategis menjadi pembahasan dalam seminar tersebut, termasuk fatwa haram narkoba dan peran ulama dalam dakwah anti narkoba. Selain itu, forum membahas kebijakan pemerintah daerah, strategi pemberantasan jaringan narkoba, penegakan hukum, serta pemanfaatan riset dan inovasi untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Bagi Kemenag Sulsel, pendekatan keagamaan memiliki ruang penting dalam membangun daya tahan masyarakat terhadap ancaman narkoba. Edukasi agama, pembinaan generasi muda, penguatan keluarga dan dakwah yang mendorong pola hidup sehat dinilai dapat menjadi benteng awal sebelum seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

“Nilai-nilai keagamaan harus terus diperkuat karena keluarga dan lingkungan memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda. Dakwah juga harus mampu memberikan pemahaman yang dekat dengan persoalan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Seminar tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa pencegahan narkoba membutuhkan strategi yang dilakukan dari berbagai sisi. Pemerintah dan aparat berperan dalam kebijakan serta penegakan hukum, sementara ulama, pendidik, keluarga dan masyarakat dapat bergerak melalui edukasi, pendampingan serta pengawasan lingkungan.

“Kita harus memiliki visi yang sama untuk melindungi generasi Sulawesi Selatan. Kolaborasi lintas elemen harus diwujudkan dalam tindakan nyata agar upaya pencegahan tidak berhenti sebatas forum dan diskusi,” tegasnya.

Keterlibatan Kemenag Sulsel dalam forum Ganas Annar MUI tersebut menjadi bagian dari komitmen memperluas kerja sama dalam menghadapi persoalan narkoba. Sinergi berbasis nilai keagamaan diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat, berakhlak dan semakin kuat menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Harapannya, gerakan ini terus berkembang dan melibatkan lebih banyak pihak. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun masyarakat yang sehat, berakhlak dan bersama-sama menjaga generasi Sulawesi Selatan dari bahaya narkoba,” tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....