Pesisir Binanga Sangkara Maros Dihijaukan, 70 Ribu Bibit Mangrove Mulai Ditanam
- 21 Agt 2026 21:08 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Upaya menghijaukan kawasan pesisir Kabupaten Maros terus dilakukan. Sebanyak 70 ribu bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Dusun Binanga Sangkara, Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Penanaman mangrove tersebut dilakukan di lahan yang disiapkan seluas 10 hektare dan menjadi bagian dari Program InJourney Airports Green yang digelar pengelola Bandara Sultan Hasanuddin bersama pemerintah daerah dan masyarakat, Kamis 20 Agustus 2026.
Regional CEO VI InJourney Airports, Handy Heryudhitiawan, mengatakan sebanyak 60 ribu bibit mangrove disiapkan oleh pihak bandara, sementara 10 ribu bibit lainnya berasal dari regional. “Jadi saat ini dari kami secara total kurang lebih sekitar 60.000 dari bandara dan 10.000 dari regional, kurang lebih ada 70.000 bibit mangrove,” kata Handy.
Menurut Handy, penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan penghijauan, tetapi juga menjadi bentuk kolaborasi antara pengelola bandara, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir. Kawasan mangrove memiliki berbagai manfaat ekologis, mulai dari mencegah abrasi hingga menjadi habitat bagi beragam biota pesisir, seperti ikan dan kepiting yang juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Manfaatnya banyak banget, bukan hanya dari sisi kami selaku pengelola bandara, tapi juga dari lingkungan sekitar sini,” ujarnya.
Dari total lahan sekitar 10 hektare yang disiapkan, saat ini penanaman telah dilakukan di sekitar 5 hektare. Penanaman akan dilanjutkan secara bertahap seiring dengan ketersediaan bibit.
“Yang ditanam tadi sekitar 5 hektare. Kalau yang tersedia sekitar 10 hektare. Bibitnya nanti akan terus disuplai dan kita tanam semua,” jelasnya.
Handy berharap program tersebut tidak berhenti pada penanaman awal. Seluruh lahan yang tersedia ditargetkan dapat dihijaukan sehingga kawasan pesisir Binanga Sangkara memiliki ekosistem mangrove yang semakin luas dan terjaga.
Selain berfungsi sebagai benteng alami pesisir, kawasan mangrove tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis ekologi yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. “Pemanfaatan ekologi di sini sebagai pariwisata. Ini juga hal yang bisa kita dorong nanti ke depan,” katanya.
Menariknya, program penghijauan ini juga dikaitkan dengan aspek keselamatan penerbangan di sekitar Bandara Sultan Hasanuddin. Kawasan mangrove diharapkan dapat menjadi habitat bagi burung dan satwa lainnya sehingga pergerakan burung lebih terkonsentrasi di kawasan tersebut dan tidak mengganggu jalur penerbangan.
"Kami berharap dengan adanya ini, habitat binatang khususnya burung itu akan pindah ke sini dan penerbangan akan semakin aman dan selamat,” ujar Handy.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Maros, Nuryadi, menegaskan bahwa keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain menjadi tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai biota laut, mangrove juga berfungsi sebagai pelindung alami kawasan pantai dari ancaman abrasi.
“Mangrove ini banyak manfaatnya. Selain menjaga pesisir dari abrasi, juga menjadi tempat hidup berbagai biota laut yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Nuryadi.
Ia berharap penanaman mangrove tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat diminta bersama-sama menjaga serta merawat kawasan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kita berharap ini terus dijaga dan dikembangkan. Karena manfaatnya bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga bisa dirasakan masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Penanaman 70 ribu bibit mangrove ini menjadi langkah nyata memperkuat perlindungan pesisir Maros sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan berbasis ekowisata. Ke depan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga oleh konsistensi seluruh pihak dalam merawat dan memastikan mangrove tumbuh hingga menjadi ekosistem yang produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....