Kemenko Pangan Dorong Silvofishery Maros Jadi Model Budidaya Berkelanjutan

  • 06 Agt 2026 20:22 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) mendorong pengembangan budidaya perikanan berbasis silvofishery di Kabupaten Maros sebagai model perikanan berkelanjutan yang mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menopang kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal tersebut disampaikan Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya Kemenko Pangan, Cahyadi Rasyid, saat meninjau Instalasi Tambak Silvofishery Marana milik Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) Maros.

Menurut Cahyadi, Maros bersama Kabupaten Pangkep dan Pinrang merupakan sentra budidaya perikanan yang memiliki posisi strategis dalam mendukung ketersediaan pangan nasional, khususnya penyediaan protein ikan. Ia menjelaskan, BRPBAPPP Maros telah mengembangkan sistem silvofishery, yakni metode budidaya yang mengintegrasikan ekosistem mangrove dengan budidaya bandeng, udang, dan rumput laut.

Sistem tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan produktivitas tambak, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

"Jika diterapkan lebih luas, sistem ini dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir," ujar Cahyadi.

Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan, M. Rasman Manafi, menegaskan pembangunan sektor perikanan harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran hasil produksi.

Menurutnya, berbagai program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Merah Putih, dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan harus saling mendukung agar hasil budidaya masyarakat memiliki kepastian pasar.

"Kita tidak bisa lagi berhenti pada produksi. Hasil budidaya harus dipastikan terserap oleh pasar, termasuk melalui program-program pemerintah," tegas Rasman.

Ia menambahkan, pendekatan dari hulu hingga hilir menjadi kunci dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya ikan.

Di sisi lain, Kepala BRPBAPPP Maros, A.Indra Jaya Asaad menyambut baik kunjungan jajaran Kemenko Pangan. Menurutnya, sinergi lintas kementerian akan memperkuat pengembangan budidaya perikanan yang berorientasi pada kualitas dan keamanan pangan.

Indra menjelaskan, seluruh aktivitas budidaya di BRPBAPPP Maros telah menerapkan standar Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) sehingga mutu, keamanan, dan kualitas produk ikan tetap terjaga hingga diterima konsumen.

Usai meninjau tambak silvofishery, rombongan Kemenko Pangan melanjutkan kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melihat secara langsung rantai distribusi hasil perikanan hingga menjadi menu bergizi bagi masyarakat dalam Program Makan Bergizi Gratis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....