Angkasa Pura Indonesia Dukung Ekowisata Mangrove Maros

  • 03 Agt 2026 19:41 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui penyaluran 60 ribu bibit mangrove dan bantuan pengembangan sarana prasarana ekowisata mangrove di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Program senilai Rp250,5 juta itu tidak hanya ditujukan untuk menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga mendukung keselamatan operasional penerbangan.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang mengedepankan keseimbangan antara konservasi lingkungan dan aspek keselamatan penerbangan. Penanaman mangrove dilakukan berdasarkan kajian lingkungan agar manfaat ekologis yang dihasilkan tetap sejalan dengan pengelolaan kawasan di sekitar bandara.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan pelestarian lingkungan dan keselamatan penerbangan merupakan dua hal yang saling berkaitan dan harus dijalankan secara beriringan. "Pelestarian lingkungan dan keselamatan penerbangan merupakan dua aspek yang harus berjalan beriringan. Melalui bantuan bibit mangrove ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir, meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan, serta mendukung operasional bandara yang aman, selamat, dan berkelanjutan," ujarnya Senin 3 Agustus 2026.

Menurut Ruly, kawasan mangrove memiliki fungsi penting sebagai benteng alami pesisir sekaligus penyerap karbon. Namun, pengelolaannya di sekitar kawasan bandara dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan karakteristik habitat satwa liar untuk meminimalkan potensi bird strike atau tabrakan burung dengan pesawat.

Bandara Sultan Hasanuddin menerapkan pengelolaan habitat satwa liar berbasis kajian lingkungan sehingga vegetasi yang ditanam, termasuk mangrove, tidak meningkatkan konsentrasi burung di jalur lepas landas maupun pendaratan pesawat. Langkah tersebut juga dilaksanakan melalui koordinasi bersama berbagai instansi terkait.

Selain menyerahkan bibit mangrove, Angkasa Pura Indonesia turut memberikan dukungan pembangunan sarana dan prasarana kawasan ekowisata mangrove. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat edukasi lingkungan, konservasi pesisir, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat sekitar melalui pengembangan wisata berbasis alam.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp250.500.000, terdiri atas 60.000 bibit mangrove senilai Rp77.500.000 dan bantuan pengembangan sarana prasarana sebesar Rp173.000.000. Seluruh bantuan disalurkan melalui Institusi Penelitian dan Pengembangan Masyarakat.

Direktur Eksekutif Institusi Penelitian dan Pengembangan Masyarakat, Hidayat Paloloi, mengapresiasi dukungan tersebut karena dinilai menjadi contoh sinergi antara dunia usaha dan upaya konservasi lingkungan. "Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PT Angkasa Pura Indonesia melalui program CSR ini. Bantuan bibit mangrove dan pengembangan sarana prasarana tidak hanya mendukung upaya pelestarian ekosistem pesisir, tetapi juga menunjukkan bahwa konservasi lingkungan dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga keamanan operasional penerbangan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut sehingga upaya konservasi lingkungan dapat berjalan secara berkesinambungan," kata Hidayat.

Melalui program CSR ini, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Pendekatan konservasi berbasis kajian lingkungan tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian kawasan pesisir, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekosistem mangrove, sekaligus mendukung operasional penerbangan yang aman, selamat, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....