Warga Ampekale Maros, Ubah Limbah Ikan jadi Pakan Ayam
- 16 Agt 2026 16:41 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Limbah ikan rucah dan cangkang kepiting yang selama ini dianggap sebagai sampah dan berpotensi mencemari lingkungan, kini mulai diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi oleh masyarakat Desa Ampekale, Kabupaten Maros. Inovasi tersebut lahir melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat atau PKM BIMA Diktisaintek yang dilaksanakan tim dari Universitas Hasanuddin atau Unhas bersama Universitas Muslim Maros atau Umma, Minggu, 16 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Ampekale tersebut menyasar masyarakat yang sebagian besar menggantungkan aktivitas ekonominya pada sektor perikanan. Melimpahnya hasil samping berupa ikan rucah dan cangkang kepiting menjadi persoalan tersendiri karena selama ini sebagian limbah hanya dibuang begitu saja.
Ketua tim PKM, Dr. Anie Asriany, mengatakan kondisi tersebut menjadi peluang yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, khususnya untuk mendukung kebutuhan pakan ternak masyarakat. Menurutnya, ikan rucah dan cangkang kepiting sebenarnya memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan karena mengandung unsur nutrisi yang dapat menunjang kebutuhan ternak apabila diolah dengan metode yang tepat.
“Limbah ikan rucah dan cangkang kepiting banyak ditemui di Desa Ampekale sebagai hasil samping kegiatan masyarakat yang sebagian besar bergerak di sektor perikanan,” ujar Anie.
Selama ini, limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sehingga hanya menjadi buangan yang berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan. Melalui program PKM, masyarakat kemudian diberikan pengetahuan sekaligus praktik langsung mengenai cara mengubah limbah tersebut menjadi bahan baku pakan ayam.
Program PKM BIMA Diktisaintek yang melibatkan Anie Asriany, Andi Muhammad Anshar dan Ummul Chair tersebut tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis pembuatan pakan. Tim juga memberikan pendampingan mengenai bagaimana mengembangkan hasil produksi menjadi sebuah usaha yang memiliki pengelolaan keuangan secara baik.
Ada dua sasaran utama yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut, yakni meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memproduksi pakan ternak berbahan limbah ikan rucah dan cangkang kepiting, sekaligus membangun kemampuan manajemen keuangan bagi masyarakat yang nantinya mengembangkan usaha pakan ternak tersebut. Dalam praktiknya, masyarakat diajarkan bagaimana mengolah cangkang kepiting menjadi tepung, mengolah ikan rucah menjadi tepung ikan, mencampurkan kedua bahan tersebut menjadi pakan ayam, hingga mengelola pencatatan keuangan dari usaha yang dihasilkan.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena produk yang memiliki potensi pasar tidak akan berkembang secara optimal apabila tidak dibarengi dengan pengelolaan usaha dan keuangan yang baik. Hasil pelatihan tidak berhenti pada tahap teori. Masyarakat yang mengikuti kegiatan langsung mempraktikkan proses pembuatan pakan hingga menghasilkan sekitar 200 kilogram pakan ayam.
Pakan yang berhasil diproduksi kemudian langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan ternak ayam milik masyarakat. Selain menghasilkan pakan, tim PKM juga menyerahkan satu buku keuangan penjualan pakan yang nantinya digunakan masyarakat untuk mencatat berbagai transaksi, mulai dari penjualan produk hingga pengeluaran dalam proses produksi.
Dosen Manajemen Universitas Muslim Maros, Ummul Chair, mengatakan pengelolaan keuangan menjadi bagian penting dalam keberlanjutan usaha masyarakat. Menurutnya, dengan pencatatan dan manajemen keuangan yang baik, masyarakat dapat mengetahui secara jelas arus kas dari usaha yang dijalankan, termasuk pemasukan, pengeluaran, biaya produksi dan keuntungan yang diperoleh.
“Melalui pembuatan manajemen yang baik maka arus kas penjualan produk dapat kita kelola dengan baik sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelas Ummul.
Bagi masyarakat Desa Ampekale, pelatihan tersebut membuka peluang baru untuk memanfaatkan sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
Herman, salah seorang warga yang mengikuti kegiatan, mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan limbah perikanan menjadi pakan ternak. “Alhamdulillah melalui kegiatan ini, kami mampu membuat pakan ayam dengan baik dan benar menggunakan limbah ikan rucah dan cangkang kepiting,” ungkap Herman.
Pemanfaatan limbah tersebut diharapkan dapat memberikan dua manfaat sekaligus bagi masyarakat, yakni mengurangi limbah yang berpotensi mencemari lingkungan dan menciptakan produk yang dapat digunakan sendiri maupun dikembangkan sebagai komoditas usaha. Dengan ketersediaan bahan baku yang relatif mudah ditemukan di wilayah pesisir, inovasi tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan apabila masyarakat mampu menjaga kualitas produksi dan memperluas pemasaran.
Dr. Anie Asriany mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program PKM BIMA Diktisaintek yang didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Ia berharap kegiatan pengabdian tersebut tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat dilanjutkan oleh masyarakat secara mandiri dan dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Menurutnya, keberhasilan program pengabdian bukan hanya diukur dari kemampuan masyarakat mengikuti pelatihan, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat diterapkan serta memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat Desa Ampekale sehingga diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut,” kata Anie.
Pengolahan limbah ikan rucah dan cangkang kepiting menjadi pakan ayam akhirnya tidak hanya menjadi solusi sederhana untuk mengurangi sampah, tetapi juga memperlihatkan bagaimana potensi lokal dapat diubah menjadi sumber daya ekonomi. Dari limbah yang sebelumnya dibuang, masyarakat kini mampu menghasilkan sekitar 200 kilogram pakan ayam sekaligus mulai mengenal tata kelola keuangan usaha. Inovasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan usaha berbasis potensi perikanan lokal di Desa Ampekale.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....