Geopark UNESCO Jadi Berkah, Roti Salenrang Tumbuh Bersama Wisata Maros
- 29 Jul 2026 20:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Status UNESCO Global Geopark (UGGp) yang disandang Maros-Pangkep tak hanya mengukuhkan kawasan karst ini di peta geowisata dunia. Pengakuan internasional tersebut juga menjadi penggerak ekonomi lokal, membuka peluang baru bagi pelaku UMKM, sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang membuat pengunjung ingin kembali.
Salah satu bukti nyatanya terlihat di Roti Salenrang, pusat oleh-oleh khas Roti Maros yang kini berkembang menjadi rest area modern di Desa Salenrang, Kabupaten Maros. Bukan sekadar tempat membeli buah tangan, lokasi ini menawarkan konsep singgah yang nyaman dengan berbagai fasilitas dalam satu kawasan.
Pemilik Roti Salenrang, Muhammad Reski, mengaku status UNESCO Global Geopark membawa dampak positif terhadap perkembangan usahanya. Semakin banyak pemberitaan dan pencarian tentang Geopark Maros-Pangkep membuat nama Roti Salenrang ikut dikenal wisatawan dari berbagai daerah.
"Kami mendapatkan exposure, apalagi dari media nasional, pasti brand dari Roti Salenrang lebih dipercaya lagi sama pelanggan. Alhamdulillah pasti ada pengaruh. Dari yang belum tahu, setelah searching Geopark jadi lebih tahu lagi," ujar Reski, Rabu 29.Juli 2026
Namun baginya, mendatangkan wisatawan hanyalah awal. Tantangan terbesar adalah menciptakan pengalaman yang membekas sehingga setiap orang memiliki alasan untuk kembali singgah di Maros. Berangkat dari pengalamannya saat melakukan perjalanan darat ke Pulau Jawa, Reski terinspirasi menghadirkan konsep rest area yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan pelintas dalam satu lokasi. Ide tersebut kemudian diwujudkan sejak 2022, tak lama setelah pandemi Covid-19.
Kini, pengunjung dapat menikmati konsep one stop service. Dalam satu kali pemberhentian, mereka bisa beristirahat di gazebo, menikmati kuliner, menunaikan ibadah, memarkir kendaraan dengan nyaman, hingga membeli oleh-oleh khas Maros.
"Karena sekarang orang waktunya terbatas, semua sibuk. Mereka butuh one stop, satu kali singgah. Bisa istirahat, makan, salat, sekaligus beli oleh-oleh tanpa harus singgah di banyak tempat," jelasnya.
Yang membuat tempat ini berbeda adalah tradisi menyediakan teh dan kopi gratis selama 24 jam. Fasilitas itu terbuka bagi siapa saja, bahkan bagi pengunjung yang tidak membeli produk.
"Nah, kita ubah konsepnya sebagai minuman untuk umum. Semuanya bisa singgah. Kita ingin kasih pengalaman bahwa orang pernah singgah di sini minum teh sama kopi walaupun tidak beli. Kalau nanti ada uang, pasti ke sini, karena pengalamannya sudah ada di sini," tuturnya.
Bagi Reski, kebijakan tersebut bukan hanya strategi membangun loyalitas pelanggan, tetapi juga bentuk sedekah yang ingin terus dilakukan setiap hari. Dampak Geopark juga terasa bagi masyarakat sekitar.
Roti Salenrang kini mempekerjakan sekitar 100 karyawan dengan sistem tiga shift selama 24 jam. Sebagian besar merupakan warga Desa Salenrang dan wilayah sekitarnya. Tak hanya itu, tempat ini menjadi etalase berbagai produk UMKM lokal tanpa memungut biaya sewa.
Reski juga aktif mendampingi pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk, mulai dari kemasan hingga standar mutu agar lebih kompetitif di pasar wisata. "Banyak produk UMKM yang kami jual di sini. Tidak ada sewa tempat. Kami juga pernah berbagi kepada UMKM binaan Geopark tentang pentingnya standar kualitas dan packaging supaya lebih menarik bagi pembeli," pungkasnya.
Bagi Roti Salenrang, keberadaan UNESCO Global Geopark bukan sekadar mendatangkan wisatawan ke Maros. Pengakuan dunia itu menjadi peluang untuk menggerakkan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, mengangkat produk UMKM, serta menghadirkan pengalaman sederhana yang selalu diingat pengunjung—secangkir teh hangat, pelayanan yang ramah, dan alasan untuk kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....