Dua Asesor Internasional Telusuri Geosite Maros-Pangkep dalam Proses Revalidasi
- 28 Jul 2026 20:53 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Masa depan status UNESCO Global Geopark (UGGp) Maros-Pangkep kembali memasuki tahap penting. Dua asesor internasional UNESCO, Soojae Lee dari Korea Selatan dan Xiaoping Qiu dari China, mulai melakukan proses revalidasi untuk menilai keberlanjutan pengelolaan kawasan geopark tersebut, Selasa 28 Juli.2026.
Selama empat hari, 28–31 Juli 2026, tim asesor akan menyusuri sejumlah geosite dan menilai berbagai aspek penting, mulai dari perlindungan kawasan karst, pengembangan pendidikan, pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, hingga manfaat ekonomi yang dihasilkan bagi warga sekitar. Revalidasi ini bukan sekadar penilaian untuk mempertahankan status internasional, tetapi juga menjadi momentum bagi Maros-Pangkep untuk menunjukkan komitmen dalam menjaga warisan geologi dunia melalui pengelolaan yang berkelanjutan dan melibatkan masyarakat.
Pada agenda hari pertama, tim asesor memulai kunjungan di SDN 2 Unggulan Maros. Di sekolah tersebut, mereka melihat secara langsung penerapan pendidikan berbasis geopark serta upaya mengenalkan kekayaan geologi dan lingkungan Maros-Pangkep kepada generasi muda.
Rombongan kemudian meninjau Sekretariat Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep sebelum melanjutkan perjalanan ke Cagar Alam Karaengta. Kunjungan berlanjut ke Penangkaran Kupu-Kupu Bantimurung, Air Terjun Bantimurung, hingga Taman Arkeologi Leang-Leang yang menyimpan jejak penting kehidupan manusia purba dan kekayaan budaya kawasan karst Maros-Pangkep.
Pada siang hingga sore hari, kedua asesor menuju Geosite Karst Rammang-Rammang dengan menyusuri jalur sungai menuju Kampung Berua. Di lokasi tersebut, mereka mengamati pengelolaan desa wisata berbasis masyarakat, aktivitas pelaku UMKM, serta keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Rangkaian kunjungan hari pertama ditutup dengan jamuan makan malam dan pertunjukan budaya sebelum tim asesor melakukan evaluasi internal. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan proses revalidasi bukan hanya bertujuan menemukan kekurangan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pembinaan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan geopark.
“Menurut mereka tidak ada geopark yang sempurna di seluruh dunia. Jadi kami akan terus didampingi dan dibantu untuk melakukan berbagai pembenahan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maros, Suwardi Sawedi, mengatakan Pemerintah Kabupaten Maros telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut proses revalidasi tersebut. “Kita sudah siapkan segala upaya dan daya untuk melakukan revalidasi agar Maros-Pangkep bisa tetap menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark,” katanya.
Menurut Suwardi, status UNESCO Global Geopark merupakan kebanggaan sekaligus amanah besar yang harus dijaga bersama. Keberlanjutan status tersebut tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.
“Pelibatan masyarakat terus kita maksimalkan melalui pemberdayaan. Jika status ini tetap kita sandang, tentu kita akan sangat bangga dan bersyukur,” katanya.
Selain menjaga kelestarian alam dan budaya, pengelolaan geopark juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Salah satunya melalui pemberian ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha di berbagai destinasi wisata.
Suwardi mencontohkan, para pedagang suvenir dan makanan di kawasan Bantimurung tidak dikenakan biaya khusus untuk menjalankan usaha. “Di Bantimurung, penjual suvenir, makanan, dan lainnya tidak kita kenakan biaya ataupun tarif tertentu. Namun, kami berharap seluruh pelaku UMKM juga ikut menjaga kawasan ini karena menjadi tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Di tengah proses revalidasi, sektor pariwisata Maros juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga Juli 2026, pendapatan dari penjualan tiket di sejumlah destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah telah mendekati Rp2,5 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,3 miliar. Jumlah kunjungan wisatawan pun terus meningkat dengan rata-rata mencapai sekitar 5.000 orang per hari.
Peningkatan tersebut turut didorong kebijakan penurunan tarif tiket masuk bagi pelajar dan mahasiswa hingga 50 persen. Revalidasi UNESCO Global Geopark menjadi kesempatan bagi Maros-Pangkep untuk memperlihatkan bahwa pelestarian kawasan karst dapat berjalan seiring dengan pendidikan, pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....