HUT ke-67 Maros, Bupati Tegaskan Komitmen Jaga Warisan Dunia dan Pacu Kemajuan Daera
- 07 Jul 2026 10:22 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Maros ke-67 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Maros untuk menegaskan arah pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga identitas budaya dan warisan sejarah. Mengusung tema "Merawat Tradisi, Menjemput Kemajuan", Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam menegaskan bahwa pembangunan harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai yang menjadi jati diri daerah.
"Merawat tradisi, bukan sekadar menjaga adat istiadat yang diwariskan para leluhur, tetapi juga melindungi kekayaan arkeologi dan bentang alam yang telah mengangkat nama Maros ke tingkat dunia melalui kawasan UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep. Potensi tersebut dinilai sebagai aset strategis yang harus dijaga sekaligus dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendorong sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.", ujarnya Senin 6 Juni 2026.
"Di sisi lain, semangat "menjemput kemajuan" diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan di berbagai sektor. Bupati menegaskan komitmen pemerintah mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) agar seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas tanpa terkendala biaya" tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Maros juga terus menggenjot pembangunan infrastruktur sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah. Perbaikan puluhan jaringan irigasi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sementara peningkatan kualitas jalan dan infrastruktur dasar lainnya terus dilaksanakan dengan mengedepankan skala prioritas sesuai kebutuhan masyarakat.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Bupati mengungkapkan bahwa pada semester pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maros mencapai 9,53 persen, menjadikannya sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sulawesi Selatan. Capaian itu melanjutkan tren positif setelah pada 2025 Maros menempati peringkat ketiga sebagai kabupaten dengan nilai investasi terbesar di Sulawesi Selatan, setelah Kota Makassar dan Kabupaten Luwu Timur.
Menurutnya, peningkatan investasi menjadi indikator meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Maros. Kondisi tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Bupati juga menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program prioritas nasional yang tertuang dalam Astacita Presiden. Di Kabupaten Maros, implementasi program tersebut telah diwujudkan melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang mulai menjangkau masyarakat serta percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
Hingga kini sekitar 45 koperasi telah terbentuk, sementara lebih dari 50 koperasi lainnya masih dalam proses pembentukan untuk menjangkau seluruh 80 desa dan 23 kelurahan di Kabupaten Maros. Selain itu, pemerintah juga mulai membangun Kampung Nelayan Merah Putih di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia.
Program ini diharapkan menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat pesisir melalui penguatan sektor perikanan dan pemberdayaan nelayan. Menjawab harapan masyarakat terkait akses penyeberangan di wilayah Pakkere, Bupati memastikan pembangunan jembatan telah memasuki tahap pelaksanaan.
Setelah proses hibah lahan dari masyarakat selesai difasilitasi pemerintah kecamatan, proyek kini memasuki tahapan administrasi dan tender sebagai langkah awal pembangunan. Ia optimistis pekerjaan fisik dapat segera dimulai apabila seluruh proses berjalan sesuai jadwal.
Meski pemerintah masih menghadapi tantangan efisiensi anggaran, pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas. "Insyaallah pembangunan awal jembatan bisa segera dimulai. Di tengah efisiensi anggaran, kami tetap berupaya memastikan pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat terus berjalan," ujar Bupati.
Melalui tema Hari Jadi ke-67 tersebut, Pemerintah Kabupaten Maros berharap pembangunan yang dijalankan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga mampu menjaga warisan budaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....