Kemenag Sulsel dan Gemabudhi Gelar Dialog Kebangsaan, Perkuat Moderasi Beragama
- 29 Mei 2026 19:10 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Semangat kebangsaan dan moderasi beragama mengemuka dalam kegiatan Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Gemabudhi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan sebagai rangkaian peringatan Bulan Waisak 2570 BE.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Sumarjo, Ketua Permabudhi Sulsel Dr. Yonggris, serta Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP Gemabudhi, Bung Anes, yang hadir mewakili Ketua Umum DPP Gemabudhi.
Ketua Komisi C DPRD Sulsel, Andre Prasetyo Tanta, yang hadir mewakili Ketua DPRD Sulsel, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan dan kebangsaan umat Buddha di Sulawesi Selatan.
| Baca juga: Pemprov Sulsel Gencarkan Aksi Stop Stunting |
Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa yang dibangun di atas keberagaman suku, ras, bahasa, dan agama sehingga seluruh elemen masyarakat perlu menjaga persatuan dan kebersamaan.
“Kami siap membantu Gemabudhi dan umat Buddha agar semakin hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat. Indonesia tidak mengenal perbedaan ras, suku, bahasa, dan agama sebagai pemisah, tetapi sebagai kekuatan bangsa,” ujarnya, Jumat 29 Mei 2026.
Sementara itu, Ketua Permabudhi Sulsel, Dr. Yonggris, menyampaikan bahwa dialog kebangsaan tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Bulan Waisak yang bertujuan memperkuat nilai kebangsaan dan toleransi antarumat beragama.
Ia menegaskan bahwa semangat kebangsaan harus dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal senada juga disampaikan Ketua Bidang OKK DPP Gemabudhi, Bung Anes. Ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam kehidupan berbangsa dan beragama. “Keberagaman adalah jati diri bangsa yang harus terus dipertahankan dan dirawat bersama,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Sulsel yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan turut menyampaikan pesan Kakanwil.
“Bangsa Indonesia dibangun di atas keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus dirawat dalam semangat persaudaraan dan kebangsaan.
Melalui dialog kebangsaan ini, saya mengajak seluruh umat beragama untuk terus menumbuhkan moderasi beragama, yakni cara beragama yang bijak, menghargai perbedaan, menjunjung nilai kemanusiaan, serta menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
Kerukunan antarumat beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tokoh agama, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Dengan saling menghormati, saling memahami, dan saling mendukung, kita dapat menciptakan kehidupan yang damai, aman, dan sejahtera.
Mari kita jadikan nilai-nilai agama sebagai sumber kedamaian, bukan sumber perpecahan. Perkuat persatuan, tebarkan kasih sayang, dan bangun Indonesia dengan semangat toleransi serta kebersamaan,” demikian pesan Kakanwil.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Permabudhi Sulsel, perwakilan vihara dan majelis Buddha, serta organisasi kepemudaan lintas agama se-Sulawesi Selatan sebagai bentuk penguatan semangat kebangsaan dan kerukunan antarumat beragama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....