Polri Bangun SPPG di Pedalaman TTU Berdayakan Petani

  • 30 Des 2025 07:20 WIB
  •  Atambua

KBRN, Kefamenanu: Polri melakukan groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T serentak secara virtual untuk seluruh Indonesia. Khusus Provinsi NTT terpusat di Kabupaten TTU dan berlangsung di desa Haulasi Kecamatan Miomafo Barat yang berbatasan dengan negara Timor Leste. Pada Senin (29/12/2025). Kehadiran SPPG 3T bertujuan untuk membantu meningkatkan gizi anak-anak di wilayah terpencil.

Kegiatan Ini adalah bagian dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program tersebut melibatkan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, akademisi, pelaku UMKM dan masyarakat (petani-peternak), untuk memastikan gizi anak-anak terpenuhi. Dengan adanya SPPG, diharapkan dapat membantu mengurangi stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak, terutama di daerah perbatasan.

Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada presiden Prabowo Subianto melalui Kapolri yang akan membangun SPPG di Kabupaten TTU dan groundbreakingnya di Desa Haulasi. Berbagai SPPG yang akan dibangun Polri merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat, khususnya dalam hal pemenuhan gizi bagi anak-anak di wilayah 3T.

"Ini hal positif karena tidak lama lagi anak-anak TTU yang berada di wilayah pedalaman dan terbelakang akan menikmati MBG seperti yang telah dinikmati oleh anak-anak Indonesia di wilayah lain. Dengan makanan bergizi kebutuhan nutrisi harian anak-anak terpenuhi. Sehingga jumlah penderita gizi buruk dan stunting di TTU dapat dikurangi", kata Bupati Falent.

Lanjut Bupati Falent, bahwa dampak ikutan dari kehadiran SPPG 3T Polri di desa-desa pedalaman TTU akan memberikan peningkatan pendapatan masyarakat. Sebab bahan baku untuk kebutuhan dapur MBG seperti sayuran, buah, daging ayam, ikan dan telur ayam akan dipasok oleh masyarakat. Sehingga para petani maupun peternak skala kecil tidak perlu lagi khawatir ke mana hasil pertaniannya akan dijual karena pasarnya tersedia di SPPG", ujar mantan TNI ini.

Bupati Falent juga mengajak masyarakat dan stakeholder terkait supaya mendukung kegiatan pembangunan SPPG 3T. Dukungan dari masyarakat terutama petani hortikultura dan peternak supaya memenuhi bahan baku yang dibutuhkan dapur MBG. Sedangkan dukungan dari sektor lain terutama tenaga gizi dan pekerja harus memperhatikan standar yang ditetapkan oleh BGN. Sehingga program MMB dapat dijalankan bagi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia anak-anak kita.

Sementara Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo, menekankan bahwa program ini bukan hanya tentang memberikan makan, tapi juga investasi jangka panjang untuk generasi masa depan Indonesia. Dengan gizi yang baik, anak-anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan kuat, sehingga dapat menghadapi tantangan di masa depan.

Lanjut Brigjen Pol Baskoro bahwa, SPPG Polri merupakan bentuk realisasi Polri dalam mendukung program pemerintah yaitu "Makan Bergizi Gratis" yang menjadi wujud dukungan Polri dalam mengurangi stunting dan meningkatkan kecerdasan anak-anak di daerah tertinggal.

"Setelah groundbreaking, pembangunan SPPG Polri, nantinya mencakup fasilitas dapur yang sehat dan memadai. Bahkan rantai pasok bahan baku untuk kebutuhan dapur akan diambil pelaku UMKM lokal terutama petani dan peternak. Sedangkan untuk distribusi MBG dirancang oleh Kepala SPPG dan ahli Gizi serta didukung oleh para relawan SPPG", ujar Brigjen Pol Baskoro (SK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....