KB Bank Targetkan Penurunan NPL Untuk Pemulihan Aset
- 19 Nov 2025 09:57 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : PT Bank KB Indonesia Tbk. (KB Bank) menetapkan target ambisius untuk memangkas rasio Gross Non-Performing Loan (NPL) dalam dua tahun ke depan, sebuah langkah penting yang memperlihatkan kepercayaan manajemen terhadap strategi pemulihan berkelanjutan (turnaround journey) dan perkuatan kualitas aset. Penurunan rasio NPL secara signifikan dari level dua digit saat ini merupakan pilar utama untuk mencapai profitabilitas yang stabil.
Target tersebut disampaikan oleh manajemen KB Bank dalam Laporan Hasil Pelaksanaan Paparan Publik 2025, khususnya ketika menjawab pertanyaan mengenai kualitas aset dari Naila Firdausi dari Manulife Investment.
Saat ini, rasio Gross NPL KB Bank berada di kisaran 10%. Manajemen memproyeksikan penurunan bertahap, menargetkan rasio tersebut dapat turun ke sekitar 9% hingga akhir tahun 2025. Proyeksi jangka menengah bank menargetkan NPL dapat menyentuh kisaran 6-7% pada tahun 2026.
Baca juga: Strategi KB Bank Untuk Profitabilitas di Masa Depan
Pencapaian target penurunan NPL ini ditopang oleh strategi komprehensif yang berfokus pada dua aspek utama: membersihkan portofolio lama (legacy) dan memastikan kualitas kredit baru.
- Penyelesaian Kredit Bermasalah: Upaya berkelanjutan dalam menyelesaikan dan memulihkan kredit-kredit bermasalah (NPL). Hal ini mencakup peningkatan efektivitas proses collection (penagihan) dan recovery (pemulihan).
- Optimalisasi Aset (Non-Operasional): Manajemen mengakui bahwa pendapatan non-operasional pada periode sembilan bulan pertama, yang tercatat sebesar IDR549.4 miliar dan di dalamnya terdapat Rp622.6 miliar pendapatan lain-lain, sebagian besar berasal dari hasil transaksi pertukaran aset (asset swap) atas portofolio NPL. Melalui inisiatif ini, bank menukar aset bermasalah dengan aset produktif yang memiliki prospek nilai lebih baik. Meskipun keuntungan ini bersifat non-operasional, langkah ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan untuk memperbaiki kualitas aset dan memperkuat struktur neraca bank. Kegiatan serupa direncanakan untuk tetap dilakukan secara selektif.
- Kredit Baru Berkualitas Tinggi: Pertumbuhan kredit baru yang disalurkan dengan kualitas yang lebih baik akan menjadi kunci penggerak penurunan rasio secara agregat. KB Bank akan tetap selektif dalam ekspansi kredit, dengan menekankan pembiayaan pada sektor-sektor berisiko rendah namun memiliki potensi pertumbuhan solid, seperti consumer goods, manufaktur, dan infrastruktur.
Baca juga: Ini Sektor Pasar yang Akan Dimaksimalkan KB Bank
Komitmen untuk menurunkan NPL didukung oleh keberhasilan transformasi fundamental yang telah dimulai KB Bank sejak tahun 2021. Indikator utama menunjukkan adanya perbaikan struktural yang signifikan:
- Penurunan LAR Drastis: Rasio Loan at Risk (LAR) KB Bank telah mengalami perbaikan signifikan, turun dari sekitar 65% menjadi 23%.
- Kualitas Kredit Baru Terjaga: Kredit-kredit baru yang dibukukan sejak 2021 memiliki kualitas yang terjaga. Rasio LAR dan NPL untuk kredit baru ini berada di level gross di bawah 2%.
- Pondasi Digital yang Kuat: Go Live sistem core banking baru NGBS pada April 2025 menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kapasitas digital, yang akan memperkuat proses underwriting, risk monitoring, dan strategi collection yang lebih terintegrasi dan berbasis data di masa depan.
Dengan kombinasi penuntasan masalah aset legacy dan fokus yang ketat pada kualitas pinjaman baru, manajemen KB Bank optimistis dapat menjaga profil risiko bank agar tetap terkendali. Hal ini krusial untuk mencapai target laba bersih dan mendorong pemulihan Return on Equity (ROE) ke level optimal, yang ditargetkan mencapai kisaran 8-10% pada tahun 2028.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....