Ini Sektor Pasar yang Akan Dimaksimalkan KB Bank

  • 18 Nov 2025 11:24 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank), bagian dari konglomerasi Korea Selatan, mengumumkan strategi ekspansi kredit yang terfokus untuk tahun 2025, menyasar sektor-sektor dengan daya saing kuat dan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Langkah ini diambil untuk memastikan pertumbuhan aset berkualitas sekaligus meminimalkan potensi pembentukan Non-Performing Loan (NPL) baru, terutama di tengah potensi ketidakpastian ekonomi makro.

Dalam laporan hasil pelaksanaan Paparan Publik 2025 yang diselenggarakan secara daring pada 5 November 2025, manajemen KB Bank, melalui Direktur Utama, menjelaskan bahwa prioritas pembiayaan akan difokuskan pada lima segmen kunci.

Baca juga: Strategi KB Bank Untuk Profitabilitas di Masa Depan

Strategi kredit KB Bank di tahun 2025 didasarkan pada pemilihan sektor yang memiliki fundamental kuat dan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan, yaitu:

  • Sektor Consumer Goods dan Manufaktur: Sektor ini menjadi fokus utama karena merupakan penggerak utama ekonomi domestik. Diperkirakan sekitar 55% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berasal dari konsumsi.
  • Sektor Metal and Mining: Potensi besar di sektor ini didukung oleh upaya hilirisasi sumber daya alam yang sedang digalakkan, memberikan prospek pertumbuhan yang solid.
  • Sektor Infrastruktur: Meliputi proyek-proyek vital seperti jalan dan bandara. Sektor ini dipilih karena memiliki efek berganda (multiplier effect) tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi.
  • Sektor Farmasi dan Layanan Kesehatan: Pertumbuhan sektor ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang berkelanjutan.
  • Sektor Telekomunikasi dan Media: KB Bank juga melihat prospek positif di segmen ini seiring dengan percepatan transformasi digital di Indonesia.

Menanggapi pertanyaan investor mengenai strategi mitigasi risiko, KB Bank menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset secara berkelanjutan.

Strategi mitigasi risiko yang diterapkan meliputi:

  • Fokus pada Industri dan Mitra Terpilih: Pembiayaan difokuskan pada industri dengan fundamental kuat, serta bermitra dengan pelaku usaha yang memiliki rekam jejak baik dan posisi kepemimpinan di sektornya.
  • Pengelolaan Risiko yang Diperkuat: Proses pengelolaan risiko diperkuat melalui analisis menyeluruh dan stress testing berkala yang dilakukan oleh tim kredit. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi dinamika dan ketidakpastian ekonomi makro.

Baca juga: Ini Alasan SBMA Mengalami Penurunan Penjualan di Q3

Dengan pendekatan yang selektif dan berfokus pada pertumbuhan aset berkualitas, KB Bank optimistis dapat mencapai proyeksi pertumbuhan kredit sebesar 15% pada tahun 2025. Proyeksi ini berada di atas rata-rata industri perbankan nasional, sejalan dengan target manajemen untuk mencapai Return on Equity (ROE) yang positif dalam 2-3 tahun ke depan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....