Red String Theory ? Garis Takdir Jodoh

  • 02 Agt 2024 14:45 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Pernah gak mendengar istilah Red string theory? Saat ini sering kita mendengar istilah ini di media sosial yang menaitkan tentang jodoh. Namun sebenarnya istilah “Red string theory” ini berasal darimana?

Melansir dari Kumparan, asal-usul dari “Red string theory” ini berasal dari negara Jepang dan Tiongkok. Di Jepang istilah ini disebut dengan ”Unmei no Akai Ito” yang memiliki makna benang merah yang erat dengan ikatan jodoh antara dua orang.

Benang merah diikatkan oleh dewa pada setiap jari-jari mereka yang berjodoh suatu hari nanti semenjak manusia lahir. Namun ikatan benang merah ini tidak bisa diprediksi kapan akan membawa seseorang bertemu dengan jodohnya, karena memang hal ini tidak bisa dilihat secara kasat mata.

Dalam kepercayaan ini, benang merah ini bisa mewakili ikatan takdir cinta sejati, atau hubungan penting dalam hidup seseorang. Walaupun teori ini lebih sering dikaitkan dengan hubungan romantis. Tapi dalam konteks yang lebih luas ini bukan hanya tentang takdir jodoh, melainkan hubungan persahabatan, kolaborasi bisnis, atau bahkan ikatan keluarga yang kuat.

Teori ini diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui buku, film, dan media populer di mana karakter-karakter utama dipertemukan bersama melalui benang merah takdir mereka, yang menunjukkan bahwa meskipun rintangan dan jarak memisahkan mereka, akhirnya mereka akan bersatu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....