Ilmu Tajwid: Hukum Mim Sukun

  • 27 Jul 2024 23:44 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh: Membaca Alquran harus tahu dan paham ilmu tajwid. sebab bagaimanapun indahnya suara seseorang dalam membacanya tanpa ilmu tajwid maka bacaannya tidak sempurna.

Dalam hal ini Program Ilmu Tajwid hadir di RRI Pro1 Meulaboh, bersama Ustad H Abdullah Akib LC Al Hafidz Pimpinan Dayah Tahfidz Quran MBI dan Ustad Gusti Ketua TPA MBI, pada Jumat (26/7/2024) membahas tentang Hukum Mim Sukun.

Ustad Akib memaparkan dalam ilmu tajwid, hukum mim mati apabila berjumpa dengan huruf hijaiyah maka cara bacanya itu ada 3 yaitu : Ikhfa Syafawi, Idgham Mimi, dan Izhar Syafawi.

“kapan mim mati dibaca Ikhfa Syafawi apabila mim mati ( مْ ) berjumpa dengan huruf hijaiyah Ba ( ب ) untuk cara membacanya dibaca dengan berdengung dan mulut tidak ditutup semua dan terbuka sedikit”, ucapnya.

Contohnya: وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ

Sedangkan Mim mati ( مْ ) ketemu dengan huruf hijaiyah Mim (م) maka hukum bacaannya dibaca Idgham Mimi. Untuk cara bacanya berdengung dan mulut tertutup rapat.

Contohnya: وَلَكُمْ مَّا كَسَبْتُمْ

“Dalam membaca Alquran wajib dengan hukum tajwid. Tidak boleh asal- asalan, kenapa kadang- kadang kita dalam sehari tidak bisa membaca Alquran?, sebenarnya bukan kita yang gak mau membaca Alquran tetapi Alqurannya yang tidak mau dibaca dengan kita, salah satunya karena dibaca asal- asalan”, tambahnya.

Untuk hukum ketiga Izhar Syafawi, ini terjadi ketika huruf hijaiyah Mim Sukun ( مْ ) ketemu dengan seluruh huruf hijaiyah, selain huruf hijaiyah Ba (ﺏ) dan huruf hijaiyah Mim (م). Untuk cara bacanya dibaca dengan jelas, dan tidak disertai dengan dengung.

Contohnya: لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِࣖ

Diakhir dialog Ustad Gusti mengatakan selama ini banyak orang tua yang mendaftarkan anaknya ke Tahfidz Quran MBI untuk bisa menghafal Alquran.

Namun, sebelumnya harus disesuaikan tahsin terlebih dahulu, tujuannya kalau tahsinnya sudah sesuai dengan kaidah tajwid, tentunya ini memudahkan santri untuk menghapal Alquran.

Lebih lanjut ia menambahkan, bagi santri yang ingin menghafal Alquran diharuskan untuk mondok tidak hanya cukup mengaji di TPA yang hanya durasi 1,5 jam dengan pertemuan seminggu 3 kali, karena untuk bisa menghafal Alquran santri tersebut harus fokus dengan hafalannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....