Kemampuan Meminta Maaf

  • 13 Mei 2024 14:00 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Meminta maaf adalah bentuk terapi memulihkan rusaknya hubungan antar manusia. Banyak orang yang sulit untuk menyampaikan permintaan maaf. Padahal, masalah yang dihadapi terkadang bisa lenyap hanya dengan berkata maaf.

Sulitnya berkata maaf, ternyata ada sangkut pautnya dengan cara orang tua membesarkan kita. Bila kita tumbuh dalam keluarga dengan ayah atau ibu yang punya kuasa penuh serta selalu benar, maka pesan yang kita terima sebagai anak adalah tidak boleh berbuat salah. Juga pada orang tua yang suka mengkritik anak dan bukan tindakannya ketika berbuat salah. Anak yang terus dikritik menganggap setiap kesalahan yang dilakukannya sebagai masalah karakter yang serius, dan bukan kesalahan yang dapat diperbaiki. Dan jika permintaan maaf anak tidak membawa perubahan, baik dari segi hukuman atau penerimaan maaf, maka anak akan menganggap permintaan maaf hanya memberi rasa malu dan bukan perbaikan. Pendidikan masa kecil hanya salah satu dari batu penghalang untuk mengatakan maaf. Tekanan, gengsi dan kekuasaan, adalah tiga batu penghalang lainnya.

Kita hidup di dalam masyarakat yang penuh tekanan, yang mengukur status dengan sukses materi. Kita tidak punya waktu untuk mengenal diri dan menerimanya. Akibatnya, kita hanya mau menerima kualitas positif kita. Kita juga merasa, bahwa masyarakat tidak bisa menerima kesalahan yang sangat manusiawi. Akibatnya, kita pun menahan diri dalam meminta maaf, demi menjaga gengsi dan menghindari rasa malu. Dengan mengakui kesalahan yang diperbuat, kita seakan menunjukkan kelemahan diri. Karena bisa jadi, hal itu justru membuat kita ditekan oleh banyak orang.

Kemampuan meminta maaf, berhubungan erat dengan rasa percaya dan kontrol diri. Biasanya, tergantung dari persepsi kita terhadap respon seseorang atas permintaan maaf yang kita sampaikan. Sama halnya ketika kita menerima permintaan maaf orang lain. Semuanya tergantung pada kepercayaan kita pada ketulusan hatinya. Kalau kita tidak percaya, sulit untuk menerima ketulusan hatinya.

Sering kita enggan berkata maaf, jika merasa tidak akan menerima balasan. Cara positif dalam meminta maaf, tujuannya menurunkan konflik yang terlanjur timbul sebelum kemudian merubah arah. Caranya, jangan menaikkan intonasi suara. Kemudian, hindari ekspresi merendahkan. Jangan terlalu defensif, karena ini akan membuat lawan bicara merasa terancam. Dan sampaikan dengan tulus.

Di satu sisi, terus berkata maaf juga salah. Ini menunjukkan rendahnya rasa percaya diri. Dan akibatnya sama buruk dengan ketidakmampuan menyampaikan maaf. Menyampaikan maaf tanpa alasan adalah kebiasaan buruk. Dengan menyadari ini, kita akan terbantu untuk menahan diri dalam mengucapkannya. (Ossy)


Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....