Kenapa Kita Punya "Tanggal Merah"?

  • 30 Des 2025 13:47 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Hari libur adalah momen yang ditunggu banyak orang karena berhubungan dengan istirahat, waktu bersama keluarga, hingga kesempatan jalan‑jalan. Tapi pernah tidak kamu mikir, kenapa kita punya hari libur? Dari mana asalnya?

1. Hari Libur Awalnya Berhubungan dengan Agama

Pada zaman dulu, hari libur sering berasal dari tradisi keagamaan. Banyak tradisi awal hari libur diberikan sebagai waktu khusus untuk beribadah atau merayakan hari suci tertentu.

Dilansir dari Alif.id, istilah “holiday” dalam bahasa Inggris bahkan berasal dari kata holy day yang berarti “hari suci”. Hari‑hari seperti Natal, Idul Fitri, Nyepi, dan lainnya awalnya ditetapkan sebagai waktu istirahat untuk melakukan aktivitas religius.

2. Minggu jadi Hari Libur karena Tradisi Lama

Di banyak negara termasuk Indonesia, hari Minggu menjadi hari libur mingguan. Kenapa? Ini datang dari tradisi kuno bangsa Romawi, yang melihat Minggu sebagai hari beribadah dan istirahat dari kegiatan kerja.

Tradisi ini kemudian menyebar ke banyak wilayah Eropa dan dunia seiring pengaruh budaya dan sejarah. Hari Minggu ditandai merah di kalender karena dulu orang Romawi menghentikan kerja mereka pada hari itu agar bisa beribadah dan kebiasaan tersebut terus hidup sampai sekarang.

3. Libur Nasional Modern punya Makna Khusus

Selain libur mingguan seperti Minggu dan Sabtu, banyak hari libur nasional modern ditetapkan karena peristiwa penting dalam sejarah atau budaya suatu negara. Misalnya; Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni karena pada tanggal itu tahun 1945, Soekarno menyampaikan dasar‑dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila, ini ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh pemerintah Indonesia.

Istilah “hari libur nasional” sendiri pada dasarnya merupakan penetapan resmi pemerintah untuk memberi waktu istirahat kepada masyarakat pada tanggal-tanggal yang memiliki makna sejarah, agama, atau budaya tertentu.

4. Libur sebagai Cerminan Perubahan Sosial

Seiring perkembangan zaman, arti hari libur juga berubah. Sejak abad ke‑19, khususnya selama revolusi industri, libur tak hanya soal agama atau ritual saja, tetapi juga mencerminkan perubahan dalam cara manusia bekerja dan butuh waktu istirahat. Libur bekerja mingguan atau hari besar menjadi bagian dari hak pekerja dan waktu rekreasi.

Hari libur bukan sekadar momen buat santai atau jalan‑jalan. Dari dulu sampai sekarang, hari libur punya akar sejarah budaya, agama, sosial, dan politik.

Mulai dari tradisi ibadah, kebiasaan mingguan seperti Minggu, hingga penetapan hari nasional yang penting secara sejarah. Jadi, setiap kali kamu lihat tanggal merah di kalender, itu bukan kebetulan, tapi hasil dari tradisi dan sejarah panjang manusia yang mengatur waktu kerja dan waktu istirahatnya. (Zhakira Aulia Aditama/Universitas Muhammadiyah Cirebon)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....