Mengenal 4 Fakta Menarik Kopi Tubruk

  • 06 Nov 2025 05:19 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Di tengah maraknya sajian kopi modern, hadir kembali kecintaan masyarakat Indonesia terhadap kopi tradisional seperti kopi tubruk. Minuman ini telah lama menjadi bagian dari budaya ngopi masyarakat Tanah Air, terutama di Jawa dan Bali.

Fakta pertama, kopi tubruk merupakan adaptasi dari metode penyeduhan kopi Timur Tengah yang dibawa ke Nusantara melalui jalur perdagangan. Teknik sederhana berupa menuang air panas langsung ke bubuk kopi tanpa alat saring ini kemudian berkembang dan melekat di Indonesia.

Fakta kedua, istilah “tubruk” berasal dari Bahasa Jawa yang berarti “bertabrakan”, menggambarkan proses mencampurkan bubuk kopi, gula, dan air panas secara langsung dalam satu gelas.

Fakta ketiga, kopi tubruk memiliki ciri khas unik berupa ampas kopi yang tetap berada di dasar gelas karena tidak disaring. Proses ini membuat rasa dan aroma kopi terekstraksi secara lebih intens, menghasilkan cita rasa yang pekat dan kuat.

Fakta keempat, penyeduhan yang tepat untuk kopi tubruk cukup sederhana namun memiliki teknik tersendiri: menggunakan bubuk kopi gilingan medium, air panas dengan suhu ideal antara sekitar 90-95 °C, dan menunggu beberapa menit agar ampas mengendap sebelum dinikmati.

Dengan segala kekhasannya, kopi tubruk bukan hanya sekadar minuman tapi juga bagian dari warisan budaya kuliner Indonesia yang terus hidup dan digemari generasi kini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....