Viral Harimau Takut Kucing? Ini Penjelasan Ilmiahnya
- 21 Okt 2025 11:47 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Akhir-akhir ini, sebuah video TikTok viral karena melihatkan sebuah momen tidak terduga, seekor harimau tampak takut pada seekor kucing rumahan. Dalam video tersebut, terlihat seorang anak kecil sedang bermain di depan rumah kemudian seekor harimau muncul dari arah luar menghampirinya.
Tetapi, suasana yang semula menegangkan itu berubah menjadi lucu saat seekor kucing keluar dari dalam rumah, membuat harimau itu justru terlihat panik, berjalan mundur, lalu kemudian berbalik dan pergi menjauh. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?.
Sebagian orang mengaitkannya dengan mitos yang menyebutkan bahwa harimau dan kucing memiliki hubungan spiritual tertentu, bahkan ada yang percaya bahwa kucing dianggap sebagai “turunan kecil” harimau yang dihormati. Tetapi, apakah benar rasa takut itu muncul karena faktor mitos itu? Berikut penjelasannya:
Meski dikenal sebagai predator tangguh, harimau juga tetap memiliki naluri kewaspadaan yang tinggi terhadap setiap gerakan di sekitarnya termasuk bayangan dirinya. Bagi hewan sebesar itu, kepekaan terhadap perubahan lingkungan adalah kunci untuk bertahan hidup, baik saat berburu maupun saat menghindari ancaman yang tidak terduga.
Ketika seekor kucing kecil tiba-tiba muncul di hadapan harimau, reaksi awalnya mungkin tampak seperti rasa takut. Tetapi sebenarnya, itu adalah reaksi refleks naluriah, sama halnya seperti manusia yang spontan terkejut ketika melihat sesuatu bergerak cepat di luar dugaan.
Harimau akan mundur sejenak, bukan karena ia takut, tetapi untuk memastikan apakah gerakan itu berbahaya atau tidak. Setelah menyadari bahwa yang muncul hanyalah seekor kucing mungil, ia akan segera kembali tenang.
Menariknya, dalam situasi seperti ini, insting predator harimau seolah terganggu oleh logikanya sendiri. Di alam liar, ia terbiasa mengenali pola mangsa atau lawan berdasarkan ukuran dan aroma.
Tetapi, pada kasus ini, bau kucing kecil itu mirip dengan dirinya, sedangkan bentuk tubuhnya jauh lebih kecil dari ancaman ataupun mangsa yang biasa ia kenali. Ketidaksesuaian antara bau dan bentuk itu kemungkinan memicu kebingungan singkat dalam nalurinya, membuatnya bereaksi waspada atau bahkan mundur untuk menilai situasi lebih lanjut.
Menurut ahli etologi, perilaku seperti ini merupakan bentuk mekanisme bertahan hidup alami. Semua makhluk hidup, termasuk predator besar seperti harimau, dibekali sistem refleks yang membuat mereka tetap waspada terhadap hal-hal yang tiba-tiba atau tidak dikenal.
Jadi, bukan berarti harimau benar-benar takut pada kucing, tetapi nalurinya bekerja lebih cepat daripada logikanya. Dalam dunia hewan, reaksi sepersekian detik ini bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati.
Menariknya, fenomena ini menunjukkan bahwa hewan sekuat harimau pun tidak lepas dari rasa waspada dan kehati-hatian. Ada sisi “manusiawi” dalam reaksi tersebut, yaitu sebuah cerminan bahwa insting dasar untuk bertahan hidup adalah naluri universal yang dimiliki semua makhluk hidup, tanpa memandang besar atau kecilnya tubuh.
Dari sini, kita belajar bahwa keberanian sejati bukan berarti tidak pernah takut, melainkan tahu kapan harus berhenti sejenak dan menilai keadaan sebelum bertindak. (Sumber: Shobilatul Fadhilah/IPB Cirebon)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....