Jangan Disepelekan, Cakaran Kucing Bisa Picu Infeksi Bakteri
- 06 Sep 2025 12:38 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Para pencinta hewan, khususnya kucing, sebaiknya lebih waspada terhadap luka akibat cakaran si manis berbulu. Meski terlihat sepele, cakaran maupun gigitan kucing berpotensi menimbulkan penyakit serius bernama Cat Scratch Disease (CSD) atau demam cakaran kucing.
Dilansir dari laman resmi polri.go.id, penyakit ini disebabkan bakteri Bartonella henselae yang berkembang biak dalam air liur kucing. Bakteri tersebut biasanya masuk ke tubuh manusia melalui gigitan, jilatan pada luka terbuka, atau cakaran yang cukup dalam. Penularan umumnya lebih sering terjadi pada anak kucing berusia di bawah satu tahun yang masih aktif menggaruk tubuhnya.
Gejala awal CSD biasanya muncul beberapa hari setelah infeksi. Penderita akan mengalami benjolan merah atau melepuh di area bekas cakaran. Benjolan ini sering kali berisi nanah, meski tidak selalu terasa sakit.
Komplikasi CSD memang jarang terjadi, tetapi bisa berdampak serius, seperti menyerang otak, mata, jantung, hingga organ dalam lainnya. Kondisi ini lebih rentan menimpa anak berusia 5–14 tahun serta orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
Selain CSD, luka cakaran kucing juga berpotensi menularkan rabies maupun tetanus apabila tidak ditangani dengan benar. Karena itu, langkah pertolongan pertama yang disarankan adalah mencuci luka dengan sabun di bawah air mengalir, lalu segera memeriksakan diri ke dokter.
Dokter juga mengingatkan, anak-anak sebaiknya selalu diawasi ketika bermain dengan kucing. Orang tua perlu memberi pemahaman agar anak tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kucing marah, misalnya melempar benda ke arah hewan tersebut.
Bagi penderita HIV/AIDS atau mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah, disarankan untuk menghindari kontak langsung dengan kucing. Pasalnya, CSD pada kelompok ini dapat menyebabkan peradangan parah pada otak, kelenjar getah bening, paru-paru, hingga hati. Dengan penanganan cepat dan pencegahan yang tepat, risiko infeksi akibat cakaran kucing dapat diminimalkan. Jadi, jangan anggap remeh luka bekas cakaran kucing, sekecil apa pun itu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....