Fenomena Langka 'Blood Moon' pada 7–8 September 2025

  • 29 Agt 2025 07:50 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Fenomena langit langka akan kembali menghiasi Indonesia dan Dunia. Pada 7–8 September 2025, masyarakat di berbagai belahan dunia berkesempatan menyaksikan Gerhana Bulan Total atau yang dikenal sebagai Blood Moon karena bulan akan tampak berwarna merah gelap.

Menurut informasi dari badan astronomi internasional, fase Gerhana Bulan Total ini akan berlangsung selama beberapa jam, dengan puncaknya terjadi pada 8 September 2025 dini hari WIB. Indonesia termasuk salah satu wilayah yang dapat menyaksikan fenomena ini, khususnya jika cuaca cerah dan langit bebas dari polusi cahaya.

Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya Matahari terhalang sepenuhnya oleh Bumi. Namun, sebagian cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi akan dibiaskan dan membuat Bulan tampak berwarna merah tembaga.

Fenomena ini aman untuk dilihat dengan mata telanjang, berbeda dengan gerhana Matahari yang memerlukan pelindung khusus.

Berdasarkan data astronomi, gerhana dimulai sejak 22.28 WIB (7 September) dengan fase penumbra. Bulan akan memasuki fase totalitas sekitar 00.30 WIB (8 September) dan mencapai puncaknya pada 01.11 WIB, sebelum berakhir pada 01.53 WIB. Seluruh rangkaian gerhana selesai pada 03.55 WIB.

Untuk wilayah WITA, gerhana total akan terjadi mulai pukul 01.30–02.52 WITA, sedangkan di WIT berlangsung pukul 02.30–03.52 WIT. Durasi totalitas diperkirakan sekitar 82 menit, menjadikannya salah satu gerhana bulan total dengan durasi cukup panjang.

Fenomena ini menjadi kesempatan emas bagi masyarakat Indonesia untuk menyaksikan keindahan langit malam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....