Mengapa Perempuan Lebih Sulit Move On?
- 23 Agt 2025 20:04 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Tidak sedikit perempuan yang mengaku mengalami kesulitan untuk melupakan mantan pasangan usai putus cinta. Fenomena ini bukan sekadar perasaan pribadi, tetapi juga telah menjadi perhatian para ahli psikologi yang mencoba menelusuri penyebab emosional dan biologis di baliknya.
Sebuah studi dari Binghamton University dan University College London yang dipublikasikan dalam Evolutionary Behavioral Sciences tahun 2015 juga menguatkan hal ini. Penelitian tersebut menemukan bahwa perempuan mengalami rasa sakit emosional yang lebih dalam setelah putus cinta, tetapi mereka juga lebih cepat pulih secara menyeluruh dibanding pria. Hal ini dikaitkan dengan peran evolusi dan strategi pemilihan pasangan.
Di sisi lain, faktor hormonal juga berperan. Hormon oksitosin, yang dilepaskan dalam jumlah besar saat perempuan merasakan kedekatan emosional atau fisik, memperkuat ikatan dengan pasangan. Ketika hubungan berakhir, hormon ini masih “menyimpan” memori kedekatan tersebut, sehingga move on terasa lebih berat.
Meski begitu, para ahli menekankan bahwa kemampuan move on tidak selalu ditentukan oleh jenis kelamin. Faktor kepribadian, pengalaman masa lalu, hingga dukungan sosial sangat berpengaruh. Oleh karena itu, penting bagi siapa pun, baik perempuan maupun laki-laki, untuk membangun kesadaran emosional dan mencari dukungan ketika menghadapi putus cinta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....