Bunga Tulip adalah Reformasi dari Cinta

  • 02 Jul 2025 13:39 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Bunga tulip tidak hanya memikat mata karena warnanya yang indah, namun juga menyimpan sejumlah fakta ilmiah menarik yang dijelaskan oleh para ahli botani.

Menurut Dr. Margot van Leeuwen, pakar hortikultura asal Belanda, tulip termasuk dalam keluarga Liliaceae dan memiliki lebih dari 75 spesies asli yang tersebar dari Eropa Selatan hingga Asia Tengah. "Tulip adalah bunga yang adaptif dan mampu bertahan dalam kondisi iklim ekstrem, terutama di wilayah pegunungan," ungkapnya dalam wawancara bersama Dutch Botanical Society.

Ahli botani lainnya, Prof. Ahmed Karimov dari Universitas Tashkent, menyatakan bahwa tulip pertama kali tumbuh liar di wilayah Kazakhstan dan Uzbekistan, jauh sebelum dikenal di Eropa. "Banyak yang tidak tahu bahwa tulip sejatinya bunga dari Timur, bukan dari Belanda," jelasnya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa struktur bunga tulip sangat unik. Kelopaknya simetris dan mampu membuka serta menutup sesuai suhu dan cahaya sekitar. Ini merupakan bagian dari mekanisme alami tulip untuk melindungi bagian reproduktifnya dari cuaca buruk.

Salah satu fakta menarik menurut ahli biologi tanaman adalah bahwa warna bunga tulip tidak hanya sekadar indah, tetapi juga mengandung pigmen antosianin yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap sinar ultraviolet.

Bahkan, studi dari Royal Horticultural Society (RHS) menyebutkan bahwa menanam tulip dapat membantu menjaga biodiversitas tanah dan mendukung populasi serangga penyerbuk seperti lebah.

Dengan keindahan dan manfaat ekologisnya, tulip bukan hanya bunga hias, melainkan juga subjek penting dalam ilmu botani modern.

(Feyhrel Mahakehung)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....