Stoikisme: Pengertian dan Manfaatnya untuk Kesehatan Mental

  • 09 Jun 2025 14:20 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Belakangan ini ramai diperbincangkan soal Stoikisme. Stoikisme atau stoisisme berasal dari kata stoikos, bahasa Yunani yang berarti stoa (serambi atau beranda). Filsafat ini pertama kali muncul di wilayah Athena, Yunani, pada awal abad ke-3 Sebelum Masehi oleh Zeno. Namun, baru populer setelah Epictetus mempraktikkannya.

Filsafat ini mengajarkan bahwa setiap manusia harus tidak bergantung pada hasrat, tidak terpengaruh oleh kesedihan maupun sukacita, dan tidak mengeluh atas semua kondisi yang sebenarnya tidak bisa dihindari.

Selain itu, filsafat Stoikisme juga menyebutkan bahwa kebajikan merupakan suatu kebahagiaan dan nilai kehidupan yang berdasarkan pada perilaku, bukan sebatas kata.

Dilansir dari Verywellmind, sesuai dengan konsep Stoikisme, cara paling mudah yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan kebahagiaan adalah dengan mengikuti prinsip berikut:

1.Mampu melihat diri sendiri, dunia, dan manusia lain secara objektif. Selain itu, dapat menerima sifat setiap manusia apa adanya.

2.Mampu mengendalikan diri secara disiplin dari semua keinginan untuk merasa bahagia atau ketakutan terhadap semua rasa sakit dan masalah.

3.Memahami dengan baik perbedaan antara kelemahan dan kekuatan.

Filsafat ini secara sederhana meminta kita memiliki tanggung jawab atas suatu hal. Konsepnya menganggap bahwa semua rasa sakit dan penderitaan yang kamu alami terjadi karena dirimu sendiri.

Sebenarnya, kita bisa menentukan apa yang ingin kita rasakan, baik itu rasa senang maupun sedih. Selain itu, setiap manusia juga sebaiknya menyadari apa yang bisa dikendalikan dan memahami bahwa tetap ada hal-hal yang berada di luar kendali.

Sebab, tak sedikit orang yang akhirnya tidak merasakan bahagia karena mencoba untuk terus mengendalikan semua hal yang justru tidak bisa mereka kendalikan.

Hal ini sering menjadikan manusia merasa tidak berguna, tidak berdaya, dan penuh amarah.

Jadi, konsep kebahagiaan menurut filosofi Stoikisme adalah menaruh perasaan bahagia pada hal-hal yang memang dapat kamu kontrol. Ketika berhasil fokus pada hal tersebut, sebagai manusia kamu akan merasa lebih efektif, berguna, berdaya, dan mampu memecahkan masalah dengan lebih mudah.

Menerapkan filosofi Stoikisme sebenarnya memiliki manfaat untuk kesehatan mental, antara lain:

1.Membuat kita mengetahui apa yang bisa dikendalikan dan tidak. Jadi, kita tidak memaksakan diri untuk mengendalikan semua hal yang sebenarnya tidak bisa dilakukan.

2.Mengurangi kecemasan dan stres. Mengetahui semua batasan, kendali, dan sikap yang bisa diambil, filosofi ini dapat membantu mengurangi rasa cemas dan stres karena berbagai hal yang tidak bisa kita kontrol.

3.Hidup pada masa sekarang. Kita akan lebih berfokus pada hari ini dan apa yang ingin dicapai. Selain itu, kita juga tidak terlalu cemas akan apa yang terjadi di masa depan yang belum tentu terjadi, dan tidak terlalu lama terdiam dalam masa lalu.

4.Menerima kondisi. Masalah menjadi pelajaran potensial yang akhirnya dapat membantu kita menyadari apa yang dibutuhkan, mencapai potensi, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih lancar.

Jadi, Stoikisme lebih berfokus pada penerimaan diri dan pengendalian terhadap apa yang memang berada dalam kendali. Misalnya, sakit yang tidak bisa dikendalikan—kita hanya bisa melakukan hal terbaik untuk bisa sembuh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....