Maraknya Tren Pembayaran QRIS di Indonesia

  • 12 Mei 2025 04:08 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Sejak diperkenalkan pada 1 Januari 2020, sistem pembayaran QRIS (Kode Respons Cepat Standar Indonesia) terus berkembang pesat di Indonesia. Sistem pembayaran berbasis QR code ini telah diterima luas oleh masyarakat karena kemudahan penggunaannya dan kemampuannya untuk memanfaatkan teknologi digital. QRIS memungkinkan masyarakat melakukan transaksi dengan cukup menggunakan satu kode QR untuk berbagai jenis pembayaran, yang semakin memperluas penggunaannya seiring dengan kemajuan teknologi.

Menurut data yang dirilis oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, jumlah transaksi yang menggunakan QRIS pada 2020 tercatat mencapai 124 juta transaksi. Angka ini diprediksi terus meningkat, tercatat transaksi QRIS pada 2024 mencapai 6,2 Miliar transaksi. Lebih jauh lagi, nilai transaksi pada tahun 2024 dapat mencapai Rp659,9 triliun, sebuah lonjakan yang signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memilih QRIS sebagai sistem pembayaran yang cepat, praktis, dan efisien.

Pertumbuhan QRIS di Indonesia (Foto : Antara)

Pertumbuhan QRIS juga terlihat dari jumlah penggunanya. Pada 2020, pengguna QRIS tercatat sebanyak 5,8 juta orang. Namun, angka ini akan terus meningkat tajam, pada tahun 2024 mencapai 55 juta pengguna. Peningkatan ini didorong oleh kenyamanan dan kepraktisan bertransaksi menggunakan QRIS yang bisa dilakukan hanya dengan memindai kode QR melalui smartphone, serta semakin banyaknya merchant yang menerima pembayaran menggunakan QRIS.

Inovasi dalam penggunaan QRIS juga terus berkembang. Pada tahun 2021, QRIS mulai digunakan untuk pembayaran lintas negara, dimulai dengan Thailand dan kemudian merambah ke Malaysia dan Singapura. Langkah ini menunjukkan bahwa QRIS bukan hanya sistem pembayaran lokal, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional. Tidak hanya itu, pada tahun 2023, QRIS menghadirkan fitur baru yaitu QRIS Tarik Tunai, Transfer, dan Setor Tunai (TUNTAS), yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi tanpa harus ke ATM, cukup menggunakan agen QRIS.

Melihat ke depan, pada 2025 QRIS diperkirakan akan semakin canggih dengan hadirnya QRIS Tap. Fitur ini memungkinkan pembayaran dilakukan tanpa memindahkan kode, cukup dengan mendekatkan ponsel yang dilengkapi fitur NFC (Near Field Communication). Dengan adanya fitur ini, transaksi menjadi lebih mudah dan cepat, memberi kemudahan bagi pengguna untuk melakukan pembayaran kapan saja dan di mana saja.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa "Volume transaksi pembayaran digital melalui QR Indonesian Standard, QRIS, tumbuh pesat didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant." QRIS menawarkan berbagai keuntungan bagi penggunanya, seperti sistem pembayaran yang cepat, aman, praktis, dan transparan. Selain itu, penggunaan QRIS juga mencegah peredaran uang palsu, karena setiap transaksi tercatat secara digital dan mudah untuk dilacak. Dengan kemudahan dan keamanannya, QRIS diprediksi akan terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia dalam bertransaksi di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....