Isra Mi'raj: Perjalanan Spiritual Rasulullah SAW Menuju Allah

  • 27 Jan 2025 08:01 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Isra Mi’raj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menjadi tanda kebesaran Allah SWT. Kejadian ini didasarkan pada firman Allah dalam QS. Al-Isra: 1.

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab, satu tahun sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Peristiwa ini terjadi sebagai bentuk hiburan dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW yang tengah berduka setelah kehilangan dua orang terkasihnya, Sayyidah Khadijah dan Sayyidina Abu Thalib.

Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Perjalanan ini dimulai ketika Malaikat Jibril datang menjemput Rasulullah dan menemani beliau sepanjang perjalanan. Nabi menunggangi Buraq, kendaraan khusus para nabi yang memiliki kecepatan luar biasa. Dalam perjalanan Isra, Rasulullah melewati beberapa tempat penting, yaitu:

1. Madinah, tempat yang kelak menjadi tempat hijrah Nabi.

2. Pohon Nabi Musa AS, lokasi penuh berkah di mana Nabi Musa pernah bermunajat kepada Allah.

3. Bukit Tursina, tempat Nabi Musa berbincang langsung dengan Allah SWT.

4. Baitul Lahmi atau Betlehem, tempat kelahiran Nabi Isa AS.

5. Masjidil Aqsa, tempat pemberhentian terakhir di mana Rasulullah SAW melaksanakan shalat berjamaah dengan para nabi lainnya.

Setiap kali singgah di tempat-tempat tersebut, Malaikat Jibril memerintahkan Rasulullah SAW untuk turun dan melaksanakan shalat. Tanpa bertanya sedikit pun, Rasulullah langsung melaksanakan perintah tersebut dengan penuh ketaatan. Ketika tiba di Masjidil Aqsa, beliau menjadi imam dalam shalat berjamaah bersama seluruh nabi, yang menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin para nabi meskipun diutus terakhir.

Setelah melaksanakan shalat di Masjidil Aqsa, Rasulullah melanjutkan perjalanan Mi’raj dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha, sebuah tempat di atas langit ketujuh yang menjadi batas akhir perjalanan makhluk. Di sinilah Rasulullah bertemu langsung dengan Allah SWT.

Isra Mi’raj mengandung banyak pelajaran, di antaranya:

1. Ketundukan Nabi terhadap perintah Allah

2. Kedudukan Nabi Muhammad sebagai pemimpin para nabi,

3. Pentingnya shalat, yang menjadi kewajiban utama umat Islam setelah peristiwa ini, langsung diperintahkan oleh Allah kepada Rasulullah di Sidratul Muntaha.

Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang menunjukkan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai manusia terpilih dan memberikan pelajaran bagi umat Islam untuk senantiasa taat kepada Allah SWT.

(Sumber: Fitriyah Andini_Universitas Diponegoro)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....