Mengenal "Nian", Makhluk Mitologi Cina Dan Tradisi Imlek
- 16 Jan 2025 09:50 WIB
- Manado
KBRN Manado: Setiap perayaan tahun baru Imlek, warna merah mendominasi setiap unsur perayaan. Selain diyakini membawa keberuntungan dan kesejahteraan, warna merah juga dipercaya dapat mengusir roh jahat, khususnya monster “Nian” yang dikabarkan takut pada warna ini.
Dilansir dari laman nationalgeographic.grid.id, dalam mitologi Tiongkok kuno, Nian biasanya digambarkan sebagai sosok monster dengan gigi dan tanduk yang tajam serta bertubuh raksasa. Sebagian legenda mengklaim bahwa dia memiliki rupa seperti seekor singa dengan tubuh menyerupai anjing, lainnya menyebutnya mirip seekor gajah . Nian akan pergi ke daratan demi mencari manusia dan hewan ternak menjelang pergantian tahun. Tak hanya mencari mangsa, Nian juga dikaitkan dengan keberadaannya untuk merusak rumah-rumah warga dan memakan hasil panennya di desa.
Ketakutan inilah yang membuat para warga dan hewan ternak harus bersembunyi ke daerah pegunungan terpencil. Namun, kejadian ini berubah pada satu perayaan Tahun Baru Imlek. Ketika banyak warga yang memilih untuk tetap bersembunyi di pegunungan hingga Nian kembali ke laut, sebuah desa kedatangan seorang pria tua. Dengan pakaian lusuh dan sebuah tongkat kayu, pria itu hadir di saat semua warga tengah kepanikan menjelang datangnya Nian.
Pada malam hari, monster Nian mulai memasuki desa dan bersiap menghancurkan seluruh hal di sana. Namun, perhatiannya tertuju pada seluruh rumah di desa tersebut yang kini dalam keadaan terang-tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Saat mendekat ke salah satu rumah, Nian menyadari bahwa semua rumah diberikan kertas merah di bagian pintu serta jendela. Tak hanya itu, seluruh rumah menyala terang berkat lilin-lilin yang dinyalakan di dalamnya. Melihat perbedaan ini, Nian kemudian gemetar dan mulai menjerit sembari melotot kepada semua barang yang dia saksikan. Setelahnya, dia pergi ke pintu utama dengan marah sebelum teralihkan dengan sebuah suara di halaman rumah. Sempat mendekat ke sumber suara dan mulai merasa ketakutan, pintu utama terbuka dengan segera. Sang pria tua yang menetap di rumah tersebut tampak dengan pakaian warna merah dan tertawa. Melihat ini, Nian akhirnya kabur dan tidak menyerang desa tersebut karena ketakutan. Akhirnya, sang monster kembali ke laut tanpa mengacaukan seluruh perdesaan.
Saat inilah, para penduduk sadar Nian memiliki kelemahan pada tiga hal: suara bambu bakar yang kencang, warna merah, dan lampu yang terang. Sebagai bentuk dari kesuksesan mereka, semua orang menyambutnya dengan mengenakan pakaian baru dan berkunjung untuk saling berbagi kebahagiaan.
Setelahnya, muncul tradisi bagi warga untuk memasang gulungan merah di pintu mereka dan mendekorasi rumah mereka dengan ornamen-ornamen warna merah.
Kisah monster Nian dalam mitologi Tiongkok menjadi acuan dalam tradisi perayaan Imlek bagi masyarakat masa kini. Tak hanya itu, cerita Nian juga memunculkan kebiasaan dalam menempel kertas merah di pintu dan jendela, memasang lentera, menabuh drum untuk memunculkan suara keras, dan membersihkan rumah sebelum waktu tahun baru.
Tak hanya dari sisi tradisi, Nian juga dianggap sebagai simbol yang menggambarkan ketakutan terhadap hal yang tidak diketahui dan kekuatan mitos. Namun, dia juga memiliki makna tentang kemampuan manusia dalam mengatasi ketakutan dan menghadapinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....