Misteri Hilangnya 10 Hari di Kalender Bulan Oktober 1582

  • 07 Okt 2024 20:06 WIB
  •  Biak

KBRN Biak : Dalam kalender tahun 1582 bulan Oktober sekilas terlihat tampak normal, namun saat melihat detail tanggal yang ada, akan terlihat keganjilan. Terlihat, tanggal 4 Oktober 1582 langsung melompat ke 15 Oktober 1582. Artinya, ada 10 hari yang hilang, yakni dari 5 Oktober hingga 14 Oktober.

Melansir dari Strategi.id, Peristiwa bulan Oktober 1582 ini merupakan bagian dari reformasi kalender yang dilakukan oleh Paus Gregorius XIII, yang bertujuan untuk memperbaiki ketidakakuratan kalender Julian yang telah digunakan selama berabad-abad. Sebelum reformasi kalender bulan Oktober 1582 ini, dunia Kristen telah mengikuti kalender Julian yang diperkenalkan oleh Julius Caesar pada tahun 45 SM.

Meskipun kalender Julian telah digunakan selama berabad-abad, ia memiliki kelemahan serius dalam menghitung durasi tahun tropis, yaitu waktu yang diperlukan oleh Bumi untuk mengorbit matahari, yang sebenarnya adalah sekitar 365,2422 hari. Kalender Julian hanya memperkirakan tahun tropis sebagai 365,25 hari, sehingga menghasilkan kesalahan perhitungan waktu yang signifikan dalam jangka panjang.

Akibatnya, ketidakakuratan kalender Julian telah mengakibatkan pergeseran signifikan dalam tanggal peristiwa-peristiwa astronomi dan agama. Ini terutama mempengaruhi perhitungan tanggal Paskah, yang merupakan perayaan penting dalam tradisi Kristen. Kesalahan perhitungan ini semakin terakumulasi selama berabad-abad, dan pada saat Paus Gregorius XIII memerintahkan reformasi kalender, pergeseran ini telah mencapai 10 hari.

Pada tanggal 24 Februari 1582, Paus Gregorius XIII mengeluarkan bulla apostolik yang dikenal sebagai "Inter gravissimas," yang mengumumkan reformasi kalender yang dikenal sekarang sebagai kalender Gregorian. Salah satu langkah terpenting dalam reformasi ini adalah penghapusan 10 hari dari bulan Oktober 1582.

Dengan demikian, tanggal 4 Oktober 1582 secara resmi diikuti oleh tanggal 15 Oktober 1582. Ini adalah tindakan yang dramatis, tetapi tujuannya adalah untuk menyelaraskan kalender dengan tahun tropis yang sebenarnya. Reformasi kalender Gregorian juga mengenalkan peraturan tambahan untuk menghindari pergeseran waktu di masa depan.

Salah satu peraturan ini adalah aturan tahun kabisat, yang mengatur bahwa tahun kabisat harus dihitung jika tahun itu dapat dibagi habis oleh 4, kecuali jika tahun itu juga habis dibagi oleh 100 tetapi tidak habis dibagi oleh 400. Dengan cara ini, aturan ini mengoreksi ketidakakuratan dalam perhitungan tahun tropis. Reformasi kalender Gregorian mendapatkan dukungan luas dari gereja dan sejumlah negara Eropa. Dan masih digunakan hingga saat ini yang kita kenal dengan kalender Masehi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....