Pantai Rua Diproyeksikan Jadi Pusat Event Budaya

  • 05 Okt 2026 07:36 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Potensi sejarah, budaya, dan ritual adat menjadi dasar Tim Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (Pengmas FIB UI) bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dalam merancang event pariwisata tahunan. Gagasan tersebut dibahas bersama Bupati Sumba Barat, Dinas Pariwisata, serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah pada 30 September 2026.

Tiga desa di Kecamatan Wanokaka menjadi bagian utama dari pembahasan, yaitu Desa Rua, Desa Weimangoma, dan Desa Hobawawi. Ketiganya memiliki hubungan budaya dengan Kampung Kadoku dan menjalankan berbagai tradisi tahunan, termasuk Wulla Poddu dan Pasola. Potensi budaya tersebut dinilai dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkenalkan nilai-nilai tradisi Sumba kepada masyarakat luas.

Rencana event juga diarahkan untuk memperkuat keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya. Dinas Pariwisata Sumba Barat menilai kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana bagi anak muda untuk mengenal sejarah adat-istiadat yang telah berlangsung dalam waktu panjang.

Dengan demikian, pengembangan pariwisata diharapkan berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya daerah. Bupati Sumba Barat Yohanis Dade turut menyampaikan pentingnya pengembangan nilai-nilai budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.

Sementara itu, Tim Pengmas UI menilai penyelenggaraan event akan lebih bermakna apabila dikembangkan bersama masyarakat dari tiga desa dan mendapat dukungan pemerintah, komunitas budaya, serta pelaku industri pariwisata. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam mewujudkan event tahunan tersebut.

Sebagai alternatif, penyelenggaraan dirancang dimulai dari skala kecil dan menerapkan konsep Pentahelix dengan melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, serta media. Pantai Rua menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan untuk puncak acara karena memiliki keterkaitan dengan ritual adat Kampung Kadoku.

Konsep dan teknis kegiatan selanjutnya dibahas Tim Pengmas FIB UI yang diketuai Diah Kartini Lasman, M.Hum., bersama Dr. Hendra Kaprisma, S.Hum., Dr. Suma Riella Rusdiarti, Annisa Julia Zhapira Firdaus, dan Livania Cleopatra Angelica Harianja dengan Dinas Pariwisata Sumba Barat. Promosi kegiatan akan mengusung tagar LandofSpirit, yang dimaknai sebagai semangat masyarakat Sumba sekaligus keterkaitannya dengan nilai spiritual Marapu.

Melalui event ini, kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem pariwisata yang memperkuat budaya dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....