Mutiara Pagi : Kasih Menghancurkan Dosa

  • 17 Sep 2026 08:54 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Sumba - Di tengah dunia yang kerap memisahkan “suci” dan “berdosa” dengan garis tegas, pesan kekal Injil kembali menggetarkan hati kasih Allah tidak pernah menutup pintu bagi siapa pun yang sungguh-sungguh bertobat. Melalui renungan bertema “Kasih Menghancurkan Dosa”, kisah wanita pendosa yang menyucikan kaki Yesus dengan air mata mengajak setiap orang meletakkan penghakiman dan membuka hati bagi pengampunan.

Renungan yang disampaikan Richardus Adrianus Gae, S.Fil., Penyuluh Agama Katolik ini, mengambil peristiwa ketika Yesus dijamu oleh Simon, orang Farisi. Di mata tuan rumah, kehadiran wanita yang dikenal berdosa itu adalah ketidaksopanan sekaligus pelanggaran batas kemurnian. Namun Yesus justru mengubah pandangan itu sepenuhnya karena di hadapan-Nya, yang terlihat “tidak layak” justru menjadi bukti kasih yang paling tulus.

Dalam narasi sikap Simon mencerminkan kecenderungan manusia membagi masyarakat menjadi pantas dan tidak pantas diterima. Ia menganggap jika Yesus sungguh nabi, pasti Ia tahu siapa perempuan itu dan menolaknya. Renungan ini menegaskan bahwa pola pikir memilah-milah sesama justru menjauhkan dari inti iman yaitu kasih yang meliputi semua orang tanpa terkecuali.

Melalui perumpamaan dua orang berhutang, Yesus mengungkapkan kebenaran mendalam semakin seseorang menyadari betapa besarnya rahmat yang diterima, semakin besar pula kasih yang tumbuh di hatinya. Wanita itu tidak datang membawa pembelaan diri, melainkan membawa kerinduan untuk diampuni dan kerendahan hatinya itulah yang menjadi perhiasan terindah di hadapan Tuhan.

Pesan yang disampaikan juga mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang berdiri sendirian tanpa belas kasih Allah. Tidak disebutkannya nama wanita pendosa mengandung makna istimewa ia adalah gambaran setiap jiwa yang merindukan pertobatan. Setiap orang dipanggil menyadari keterbatasan diri, bertobat, dan kembali kepada jalan yang benar tanpa menunda-nunda.

Renungan ini ditutup dengan ajakan hidup nyata kasih sejati tidak menghakimi, melainkan mengangkat dan memulihkan. Allah selalu memberi kesempatan bertobat tugas kita adalah mengikuti teladan-Nya menerima, mengasihi, dan mengampuni sesama, sehingga persaudaraan dapat tumbuh kokoh di atas dasar kasih yang tak pernah putus. YL

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....