Tuhan Bekerja Dibalik Segala Perkara Hidup
- 17 Feb 2026 21:03 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Sumba-Program Mutiara Pagi yang disiarkan langsung dari Studio RRI SP Sumba, Selasa pagi (17/2/2026), menghadirkan Penyuluh Agama Kristen Protestan, Sherniyati Tamu Ina, S.Th., dengan tema “Tuhan Bekerja di Balik Segala Sesuatu”. Dalam renungannya yang berlandaskan Roma 8:28, ia mengajak pendengar untuk tetap percaya bahwa Allah turut bekerja dalam setiap musim kehidupan, termasuk saat menghadapi pergumulan dan penderitaan.
Mengawali penyampaiannya, Sherniyati menegaskan bahwa tidak semua hari dalam hidup berjalan mudah. Ada masa sukacita, tetapi ada pula masa kesedihan, sakit, kehilangan, dan pergumulan ekonomi. “Mungkin hari ini ada yang berkata dalam hati, ‘Tuhan, mengapa hidup saya seperti ini?’ Namun melalui Roma 8:28, kita diingatkan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,” ujarnya di hadapan pendengar setia RRI.
Ia menjelaskan tiga poin penting dari ayat tersebut. Pertama, frasa “Allah turut bekerja” berasal dari kata Yunani synergei yang berarti Allah aktif dan tidak pernah diam. Menurutnya, Tuhan bukan sekadar penonton yang mengasihani manusia dari jauh, melainkan Pribadi yang terlibat dalam setiap detail kehidupan. Kedua, “dalam segala sesuatu” menunjukkan bahwa Tuhan bekerja bukan hanya dalam keadaan baik, tetapi juga dalam situasi sulit dan menyakitkan.
Poin ketiga, lanjut Sherniyati, adalah “mendatangkan kebaikan”. Ia menekankan bahwa kebaikan menurut Tuhan tidak selalu berarti kenyamanan atau keberhasilan secara materi. Dalam Roma 8:29 dijelaskan bahwa kebaikan yang dimaksud adalah menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, yaitu Yesus Kristus. “Kadang Tuhan menggunakan ‘palu’ kesulitan untuk memahat karakter kita agar semakin serupa dengan Kristus,” tuturnya, seraya mengibaratkan proses itu seperti benih jagung yang harus terkubur di dalam tanah sebelum bertumbuh dan menghasilkan panen.
Pada akhir renungan, Sherniyati mengajak pendengar untuk mengubah cara pandang dalam menghadapi kesulitan. Ia mendorong agar umat tidak lagi bertanya “mengapa ini terjadi”, melainkan “apa yang Tuhan sedang bentuk dalam diri saya melalui situasi ini”. Ia juga mengingatkan pentingnya percaya pada kedaulatan Allah dan tetap mengasihi-Nya dalam segala keadaan. “Emas menjadi murni karena api. Demikian pula iman kita diteguhkan melalui proses. Tidak ada penderitaan yang sia-sia di tangan Tuhan. Pada waktunya, kita akan mengerti bahwa Tuhan tidak pernah salah dalam merancang hidup kita,” pungkasnya.