Mutiara Pagi Katolik : Menjadi Murid Sejati di tengah Maraknya Identitas Virtual
- 24 Agt 2026 07:59 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba — Di tengah derasnya arus media sosial yang membuat manusia semakin mudah membangun identitas virtual, umat Kristiani diajak untuk tidak hanya terlihat baik di dunia maya, tetapi sungguh-sungguh hidup sebagai murid Kristus dalam kehidupan nyata. Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam renungan “Menjadi Murid yang Sejati di Tengah Maraknya Identitas Virtual” yang disampaikan Ricardhus Adrianus Gae, S.Fil., Penyuluh Agama Katolik pada Kantor Kementerian Agama Sumba Barat, dalam program Mutiara Pagi di Studio Pro 1 RRI Sumba, Senin 24 Agustus 2026.
Mengangkat bacaan Injil Yohanes 1:45–51, Ricardhus menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki identitas yang menjadi tanda pengenal dirinya, baik sebagai bagian dari keluarga maupun kelompok masyarakat tertentu. Namun, identitas sebagai orang percaya tidak berhenti pada pengakuan atau tampilan luar.
Menurutnya, setiap umat beriman perlu bertanya kepada diri sendiri apakah mereka benar-benar bangga dan sungguh-sungguh menjalani identitas sebagai murid Kristus yang sejati. Dalam perikop tersebut, Filipus menceritakan kepada Natanael bahwa mereka telah menemukan Yesus, yang telah dinubuatkan dalam Kitab Taurat dan oleh para nabi.
Natanael kemudian merespons dengan keraguan melalui pertanyaan, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Keraguan tersebut muncul karena Nazaret merupakan sebuah desa kecil yang pada masa itu tidak dikenal dan dipandang tidak penting oleh sebagian masyarakat.
Ricardhus menekankan bahwa sikap Natanael justru memberikan pelajaran penting bagi umat beriman. Meskipun sempat meragukan perkataan Filipus, Natanael tidak berhenti pada prasangka.
Ia bersedia datang dan bertemu langsung dengan Yesus untuk mencari kebenaran. Sikap tersebut menunjukkan bahwa iman tidak dibangun hanya berdasarkan perkataan orang lain, tetapi melalui kesediaan untuk mencari, mengenal, dan mengalami kebenaran secara pribadi.
Ketika bertemu dengan Natanael, Yesus menyebutnya sebagai “seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya.” Menurut Ricardhus, perkataan Yesus tersebut menjadi gambaran penting mengenai karakter seorang murid yang sejati.
Natanael berbicara apa adanya, tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain, dan tetap memiliki keberanian untuk mencari kebenaran. Sikap seperti inilah yang perlu dihidupi umat Kristiani di tengah perkembangan teknologi dan maraknya identitas virtual.
Melalui renungan tersebut, umat diajak untuk menggunakan media sosial secara bijaksana dan tidak menjadikan dunia virtual sebagai tempat membangun kepalsuan diri. Identitas seorang murid Kristus hendaknya terlihat bukan hanya melalui unggahan, kata-kata, atau tampilan di media sosial, tetapi terutama melalui kehidupan sehari-hari yang jujur, tulus, penuh kasih, dan mencerminkan Kristus.
Menjadi murid yang sejati berarti berani hidup tanpa kepalsuan dan terus mencari kebenaran di dalam Yesus Kristus. (YL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....