UI dan Pemkab Sumba Barat Siapkan Event Budaya Tahunan

  • 05 Okt 2026 07:37 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba — Tim Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (Pengmas) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat membahas peluang penyelenggaraan event pariwisata tahunan berbasis budaya. Pembahasan tersebut melibatkan Dinas Pariwisata Sumba Barat, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, serta Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, S.H., pada 30 September 2026.

Pembahasan berfokus pada tiga desa di Kecamatan Wanokaka, yakni Desa Rua, Desa Weimangoma, dan Desa Hobawawi. Ketiganya memiliki akar budaya yang sama dengan Kampung Kadoku sebagai pusatnya, termasuk dalam pelaksanaan ritual tahunan seperti Wulla Poddu dan Pasola. Keberadaan sejumlah akomodasi pariwisata di kawasan tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan event berbasis budaya.

Bupati Sumba Barat Yohanis Dade menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya yang masih dipertahankan masyarakat Sumba. Menurutnya, berbagai nilai budaya yang ada perlu terus dikembangkan agar generasi mendatang tetap mengenal warisan budaya dan kepercayaan Marapu yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Sumba.

Dinas Pariwisata Sumba Barat juga melihat event tersebut sebagai ruang pemberdayaan generasi muda. Melalui keterlibatan anak muda, sejarah adat-istiadat yang telah berlangsung turun-temurun diharapkan dapat terus dikenal, dipahami, dan diwariskan sebagai bagian dari identitas Sumba Barat.

Namun, rencana penyelenggaraan event menghadapi tantangan berupa keterbatasan anggaran pemerintah daerah dan desa. Karena itu, tim menggagas penyelenggaraan secara bertahap, dimulai dari skala kecil dan menggunakan pendekatan Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, serta media.

Pantai Rua menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian sebagai tempat puncak kegiatan karena memiliki keterkaitan dengan ritual adat Kampung Kadoku. Tim Pengmas FIB UI yang diketuai Diah Kartini Lasman, M.Hum., bersama Dr. Hendra Kaprisma, S.Hum., Dr. Suma Riella Rusdiarti, Annisa Julia Zhapira Firdaus, dan Livania Cleopatra Angelica Harianja kemudian melanjutkan pembahasan teknis bersama Dinas Pariwisata Sumba Barat.

Publikasi akan diperkuat melalui penggunaan tagar LandofSpirit yang merujuk pada semangat masyarakat Sumba sekaligus makna spiritual yang berkaitan dengan adat Marapu. Event ini diharapkan mampu memperkuat budaya, membuka ruang kreativitas generasi muda, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....