Dinas Pendidikan Kupang Cegah Tawuran Pelajar Melalui Koordinasi Lintas Pihak

  • 03 Okt 2026 21:02 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang meningkatkan langkah pencegahan terhadap potensi tawuran antarpelajar dengan melibatkan sekolah, orang tua, aparat keamanan, dan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan setelah sempat beredar pesan WhatsApp yang mengajak pelajar SMP di Kota Kupang melakukan penyerbuan ke sejumlah sekolah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji mengatakan isu tawuran antarpelajar perlu disikapi secara bijak dan tidak terburu-buru menyalahkan pihak tertentu.

“Kita tidak boleh juga terlalu terburu-buru untuk menjustifikasi bahwa ini pihak orang tua, ini pihak sekolah, atau ini karena lingkungan. Tapi memang kita harus melihat ini dari berbagai sudut pandang,” katanya saat dialog di RRI Kupang, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurut Ernest, penanganan persoalan tawuran pelajar perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, penanganan ketika terjadi persoalan, hingga pemulihan. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting karena persoalan antarpelajar tidak hanya berkaitan dengan lingkungan sekolah.

“Beberapa saat yang lalu memang sempat terjadi atau sempat ada WhatsApp yang beredar di kalangan pelajar SMP di Kota Kupang untuk bersama-sama melakukan penyerbuan ke satu dua sekolah,” ujarnya. Informasi mengenai pesan tersebut kemudian diteruskan oleh sejumlah orang tua kepada guru dan kepala sekolah.

Dinas Pendidikan selanjutnya berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak sekolah untuk menelusuri informasi tersebut sekaligus mencegah rencana penyerbuan. “Ketika kami mendapat informasi itu, kami segera melakukan upaya-upaya pencegahan melalui koordinasi yang baik antara kami pihak dinas dengan Polresta Kota Kupang lewat Kabag Ops Polresta Kota Kupang dan juga tentunya bersama-sama dengan para kepala sekolah yang ada di Kota Kupang,” katanya.

Penelusuran dilakukan bersama jajaran kepolisian hingga tingkat Polsek dan Bhabinkamtibmas, serta melibatkan Babinsa. Koordinasi lintas pihak tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar informasi ajakan penyerbuan tidak berkembang menjadi aksi tawuran antarpelajar di Kota Kupang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....