UI Dampingi Warga Huntara Tandihat Pulihkan Kesehatan Pascabencana

  • 28 Sep 2026 20:47 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba — Tim Marsiadapari Tandihat 2026 dari Universitas Indonesia (UI) bersama Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) dan Universitas Aufa Royhan (UNAR) mendampingi warga Hunian Sementara (Huntara) Tandihat melalui rangkaian kegiatan kesehatan dan sosial, Jumat 25 September 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program UI Peduli di bawah koordinasi Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia (DPIS UI).

Pendampingan difokuskan pada pemulihan masyarakat pascabencana dengan memperhatikan kesehatan fisik dan psikologis. Warga mendapatkan edukasi mengenai Psychological First Aid (PFA), penyakit degeneratif, serta kesehatan psikologis pascatrauma. Materi PFA disampaikan Ns. Fadly Rasyid, S.Kep., sementara edukasi penyakit degeneratif disampaikan Ibu Erna Divilu dari Puskesmas menggunakan bahasa Batak Mandailing agar lebih mudah dipahami, khususnya oleh warga lanjut usia.

Selain edukasi, warga mengikuti skrining gejala Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) sebagai upaya mengenali kemungkinan dampak psikologis setelah mengalami bencana. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan pengalaman dan kondisi yang mereka rasakan. Ketua Tim Pengmas UI, Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma, mengatakan kegiatan dirancang tidak sekadar sebagai pemeriksaan, tetapi juga sebagai ruang untuk mendengarkan dan memahami masyarakat.

Pemeriksaan kesehatan kemudian dilakukan melalui sejumlah pos. Warga menjalani anamnesis serta pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut. Pemeriksaan dilanjutkan dengan pengukuran tekanan darah serta pengecekan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Hasil pemeriksaan turut disertai penjelasan mengenai kondisi kesehatan dan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kebugaran sehari-hari.

Setelah kegiatan kesehatan, tim melanjutkan rangkaian pengabdian dengan bakti sosial berupa pembagian sembako kepada warga Huntara. Setiap keluarga memperoleh paket berisi beras, minyak, telur, vitamin, mi kuning, roti, gula, dan kopi. Dukungan juga diberikan kepada anak-anak melalui penyediaan pojok baca di ruang kelas 1–6 sekolah dasar di kawasan Huntara yang dilengkapi buku bacaan dan poster edukatif.

Marsiadapari Tandihat 2026 menjadi rangkaian pendampingan yang menggabungkan aspek kesehatan, psikologis, kebutuhan dasar, dan pendidikan. Melalui edukasi, skrining, pemeriksaan kesehatan, bantuan sosial, dan pojok baca, tim berupaya mendukung proses pemulihan warga secara menyeluruh. Kegiatan tersebut menempatkan kehadiran, komunikasi, dan pendampingan bersama masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun kembali kesehatan dan harapan pascabencana. (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....