Pemkab Sumba Barat Skrining Jantung 300 Anak
- 22 Sep 2026 10:01 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menggelar kegiatan Penyuluhan dan Pemeriksaan Skrining Penyakit Jantung Anak di Aula Kantor Dinas Kesehatan, RSUD Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 16.00 WITA tersebut menargetkan pemeriksaan terhadap 300 anak.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat deteksi dini gangguan kesehatan jantung pada anak sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak usia dini. Selain skrining jantung, pemeriksaan juga mencakup status antropometri dan deteksi dini kondisi kesehatan anak secara menyeluruh.
Dalam sambutan Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH, yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, Drg. Bonar B. Sinaga, M.Kes, ditegaskan bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa sekaligus aset penting bagi masa depan daerah. Karena itu, memastikan anak tumbuh sehat, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik menjadi tanggung jawab bersama.
Bupati menyampaikan bahwa penyakit jantung pada anak, termasuk kelainan jantung bawaan, perlu mendapat perhatian karena tidak seluruh kondisi dapat dikenali sejak awal. Sebagian gangguan dapat menunjukkan gejala yang jelas, sementara kondisi lainnya dapat luput dari perhatian apabila tidak dilakukan pemeriksaan secara tepat dan sedini mungkin.
Skrining tersebut melibatkan Tim Medis UKK Kardiologi IDAI yang terdiri dari dokter spesialis anak dan subspesialis kardiologi anak dari berbagai daerah di Indonesia. Tim tersebut antara lain dipimpin Ketua PP IDAI Dr. dr. Piprim B. Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), serta Ketua UKK Kardiologi IDAI dr. Rizky Adriansyah, Sp.A, Subsp.Kardio(K), bersama sejumlah dokter subspesialis lainnya.
Pemkab Sumba Barat mengapresiasi kolaborasi dengan yayasan filantropi di wilayah Sumba, UKK Kardiologi IDAI, dan IDAI Cabang Nusa Tenggara Timur. Pemerintah daerah berharap kerja sama tersebut terus berlanjut, termasuk melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam skrining menggunakan pulse oximeter, sehingga anak yang memiliki tanda atau faktor risiko kelainan jantung dapat lebih cepat dikenali dan memperoleh pemeriksaan lanjutan serta penanganan yang tepat. (Jl)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....