Densus 88 AT Polri Bekali Siswa SMA Negeri 1 Kupang Soal Bahaya IRET

  • 18 Sep 2026 14:51 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang—Tim Pencegahan Densus 88 Anti Teror Polri Satgaswil NTT menggelar sosialisasi ketahanan diri dari paparan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme (IRET) dan Nihilistik di era digital di SMA Negeri 1 Kupang, Selasa 15 September 2026. Kegiatan ini diikuti perwakilan siswa-siswi kelas X hingga XII.

Pantauan di lokasi, para siswa tampak antusias mengikuti pemaparan Tim Cegah Satgaswil NTT Densus 88 AT Polri.

Pose berlangsungnya edukasi terkait antisipasi bahaya IRET di SMA N 1 Kupang.(Foto: Aris Lake)

Salah satu personel Tim Cegah, Brigpol Hendrik Fernandes, mengatakan kehadirannya bersama tim untuk bekerja sama menangkal bahaya IRET. Ia mengaku hingga kini sekolah tersebut belum terpapar IRET, namun berharap siswa tidak mengarah pada kekerasan maupun paham radikal.

"Kami berharap anak NTT tidak masuk dalam kelompok atau grup yang mengarah pada paham radikal," ujarnya. Sosialisasi ini menjadi komitmen Densus 88 untuk terus menjangkau seluruh sekolah di NTT agar terhindar dari paparan IRET.

Densus juga meminta sekolah di Kupang yang sudah mendapatkan sosialisasi IRET bisa turut menggerakkan sekolah lain, sehingga semakin banyak sekolah yang disasar. Sekretaris Pokja BSAN SMA Negeri 1 Kupang, Frederika Christina, menyampaikan edukasi dari Densus 88 sangat luar biasa dan tidak semua orang bisa mendapatkan ilmu tersebut.

"Melalui edukasi yang diberikan, siswa paham bahwa keseharian mereka yang sering bermain game ternyata ada jebakan di dalamnya," ucapnya. Sementara itu, salah satu peserta dari Kelas XII-F, Fazira Sedo, mengatakan kegiatan edukasi Densus sangat bermanfaat karena bisa tahu cara mengatasi teman yang berpotensi terpapar terorisme.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat buat kami pelajar di SMA Negeri 1 Kupang untuk antisipasi supaya kami tidak kena bahaya terorisme," ujar Zira. Ia mengapresiasi pemateri Densus 88 yang memaparkan bahaya IRET dengan santai dan tidak membosankan.

Suasana semakin ramai saat adanya kuis seputar bahaya IRET. Ia berharap kegiatan serupa bisa diadakan lagi di sekolahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....