Keluarga Mendiang Wili Mbuik Minta Warga Rote di Papua Dilindungi

  • 16 Sep 2026 23:07 WIB
  •  Kupang
Poin Utama
  • Keluarga mendiang Wili Mbuik meminta pemerintah meningkatkan perhatian terhadap keselamatan ASN asal Rote Ndao yang bertugas di Papua.
  • Wili Mbuik meninggal dalam peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh KKB di daerah Papua Pegunungan saat menjalankan tugasnya.
  • Daniel Mbuik, ayah Wili, mengungkapkan keluarga awalnya bangga ketika Wili dinyatakan lolos seleksi CPNS dan ditugaskan di Kabupaten Jayawijaya, namun kemudian terpukul dengan berita meninggalnya.

RRI.CO.ID, Rote - Keluarga mendiang Wili Mbuik meminta pemerintah memperhatikan keselamatan warga Rote Ndao yang masih bertugas di Papua. Permintaan itu disampaikan setelah Wili meninggal dalam peristiwa kekerasan oleh KKB di Papua Pegunungan saat menjalankan tugas.

Ayah Wili, Daniel Mbuik, ketika ditemui RRI, Selasa, 15 September 2026 mengatakan keluarga terpukul setelah menerima kabar meninggalnya putrinya. Daniel mengaku bangga ketika Wili dinyatakan lolos seleksi CPNS dan ditugaskan di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan.

Namun, kebanggaan keluarga berubah menjadi duka setelah mendengar kabar Wili meninggal saat menjalankan tugas. Daniel berharap pemerintah memperhatikan warga Rote Ndao yang masih bekerja dan tinggal di Papua.

“Tolong perhatikan anak kami yang masih di Papua yang bekerja di Papua, tolong mereka dikembalikan ke Rote,” ujar Daniel.

Paman Wili, David Baba, menyebut masih ada sekitar empat warga Rote Ndao yang berada di Papua. David berharap pemerintah memastikan keselamatan mereka serta mengambil langkah untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami berharap kiranya hak-haknya itu diperhatikan dan diproses sesuai dengan undang-undang atau aturan yang berlaku,” kata David. Menurut David, keluarga telah menyampaikan harapan tersebut kepada pemerintah melalui Wakil Gubernur NTT dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.

Ia juga berharap pemerintah memperhatikan anggota keluarga Wili yang masih bertugas sebagai guru di Papua Pegunungan. David meminta pemerintah pusat dan daerah mengambil langkah perlindungan bagi warga Rote Ndao yang masih berada di Papua. (Radja)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....