Ketua Flobamora Mimika Imbau Warga NTT Tak Sebar Narasi Kebencian di Medsos
- 16 Sep 2026 23:05 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Ketua Flobamora Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Gabriel Zezo, mengimbau seluruh warga Nusa Tenggara Timur (NTT) agar tidak membuat atau menyebarkan narasi bernuansa kebencian di media sosial yang berpotensi memicu konflik dan mengancam keselamatan warga NTT yang tinggal di Papua. Gabriel mengatakan, masyarakat NTT yang berdomisili di Papua dapat ikut terkena dampak apabila muncul narasi-narasi provokatif yang berkembang di media sosial.
Karena itu, ia meminta agar setiap informasi maupun pernyataan yang disampaikan di ruang publik dipertimbangkan secara matang. “Untuk warga NTT, tolong jangan buat narasi-narasi di media sosial yang menyebabkan orang-orang NTT yang hidup di Papua ini juga terancam. Itu perlu diperhatikan,” ujar Gabriel.
Menurutnya, situasi yang sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat di Mimika telah berhasil diredam melalui komunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat. Gabriel menyebut pihaknya telah bertemu dengan para kepala suku di wilayah Mimika serta Kapolres untuk membangun komunikasi dan menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Kami yang tinggal di Papua ini kena dampaknya. Dampak yang lalu kami sudah bertemu dengan kepala suku-kepala suku di Mimika dan Kapolres, akhirnya sudah aman. Tapi jangan lagi dibuat yang baru,” katanya.
Ia menegaskan, masyarakat NTT di Papua menginginkan kehidupan yang aman dan damai bersama seluruh masyarakat Papua. Karena itu, persoalan atau perbedaan yang terjadi di satu daerah tidak seharusnya diperuncing melalui media sosial hingga berpotensi menimbulkan ketegangan di daerah lain.
Gabriel juga mengingatkan agar media sosial tidak dijadikan ruang untuk menyebarkan kebencian yang dapat memancing kemarahan masyarakat Papua terhadap warga NTT. “Jangan bikin narasi-narasi kebencian di dalam media sosial sehingga membuat marah orang Papua terhadap orang NTT, yang pada akhirnya kami yang tinggal di Papua yang kena,” katanya.
Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri, menjaga komunikasi, serta mengedepankan persaudaraan dan kedamaian. Menurutnya, menjaga situasi tetap kondusif merupakan tanggung jawab bersama, terutama agar masyarakat yang hidup berdampingan di Papua tidak menjadi korban dari narasi yang berkembang di media sosial. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....